Bukan Sekadar Ajakan: Strategi Ampuh Guru PAI Bangkitkan Kedisiplinan Salat Berjamaah Siswa
28 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Disiplin menjalankan salat berjamaah di lingkungan sekolah tidak lahir begitu saja. Di balik kebiasaan tersebut, terdapat peran besar guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mampu membentuk karakter religius peserta didik melalui pembinaan yang berkelanjutan. Hal inilah yang menjadi fokus penelitian Muhammad Izzun Junaidi, mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, dalam skripsinya yang mengkaji peran guru PAI di SMP Muhammadiyah 1 Sawangan.

Penelitian ini mengangkat tema peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kedisiplinan salat Zuhur berjamaah. Tujuannya tidak hanya mengidentifikasi bagaimana guru menjalankan perannya, tetapi juga mengungkap berbagai faktor yang mendukung maupun menghambat pembiasaan ibadah tersebut di lingkungan sekolah. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research) dan pendekatan deskriptif naratif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan membangun kedisiplinan salat berjamaah sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif guru PAI. Peneliti menemukan sedikitnya lima peran utama yang dijalankan guru, yakni sebagai pengajar, pembimbing, pengawas, teladan, dan motivator. Kelima peran tersebut saling melengkapi dalam membentuk kebiasaan siswa untuk melaksanakan salat Zuhur berjamaah secara tertib dan konsisten.

Selain itu, penelitian mengungkap adanya sejumlah faktor yang mendukung keberhasilan program tersebut. Ketersediaan fasilitas ibadah yang memadai, kerja sama yang solid antara tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengawasi pelaksanaan salat berjamaah, serta tingginya kesadaran siswa yang tinggal di pondok pesantren menjadi modal utama terciptanya budaya disiplin di sekolah.

Di sisi lain, peneliti juga menemukan beberapa tantangan yang masih perlu mendapat perhatian. Rendahnya kesadaran sebagian siswa nonpondok terhadap pentingnya salat berjamaah, kondisi siswa yang kelelahan setelah kegiatan belajar, keterbatasan jumlah kran air untuk berwudu, hingga pengaruh teman sebaya menjadi faktor yang kerap menghambat upaya guru dalam membangun kedisiplinan ibadah.

Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter religius di sekolah tidak cukup hanya mengandalkan aturan atau program keagamaan. Keteladanan guru, pembinaan yang konsisten, serta sinergi seluruh warga sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk budaya disiplin beribadah. Penelitian Muhammad Izzun Junaidi sekaligus memperlihatkan bahwa guru PAI memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama dalam menanamkan nilai-nilai religius yang berkelanjutan kepada peserta didik.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance