Terjerat Layar di Jam Pelajaran: Konseling Self Control Jawaban Efektif Tekan Kecanduan Gadget Siswa
30 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli — Penggunaan gawai pintar atau gadget secara berlebihan kini bukan lagi sekadar masalah hiburan, melainkan telah menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan. Kebiasaan siswa yang tak bisa lepas dari layar ponsel saat jam pelajaran berlangsung kerap mengganggu fokus belajar dan memicu stres. Menjawab persoalan tersebut, seorang peneliti dari Universitas Muhammadiyah Magelang, Galuh Meita Putri, melakukan riset mendalam mengenai efektivitas metode konseling kelompok berbasis self control untuk mengatasi ketergantungan gawai pada remaja.

Penelitian yang mengambil lokasi di SMA Negeri 1 Watumalang, Kabupaten Wonosobo ini memfokuskan kajiannya pada perilaku siswa kelas sebelas. Berdasarkan temuan awal di lapangan, fenomena kecanduan gawai di sekolah tersebut tergolong tinggi. Banyak pelajar tertangkap kamera sedang mengoperasikan ponsel untuk bermain gim atau mengakses media sosial di tengah proses belajar mengajar. Kebijakan sekolah seperti razia dan penyitaan gawai sejauh ini belum membuah hasil optimal karena beberapa siswa kerap mengakalinya dengan membawa lebih dari satu gawai.

Melihat kenyataan tersebut, Galuh Meita Putri merancang sebuah riset intervensi untuk menguji sejauh mana intervensi bimbingan dan konseling kelompok dengan teknik self control mampu menekan tingkat kecanduan gawai siswa. Pendekatan ini menekan pada pengembangan keterampilan individu dalam mengendalikan dorongan dari dalam diri, mengelola emosi, serta melatih kesadaran agar tidak mengorbankan kewajiban belajar demi kenikmatan sesaat di dunia maya.

Melalui serangkaian tahapan riset yang mencakup pemetaan kondisi awal (pre-test), pelaksanaan perlakuan (treatment) sebanyak tujuh kali pertemuan konseling interaktif, hingga pengukuran akhir (post-test), penelitian ini memantau secara berkala perubahan perilaku para subjek penelitian. Dalam sesi-sesi konseling kelompok tersebut, para pelajar diajak untuk melakukan pencatatan perilaku mandiri, mengevaluasi kebiasaan harian, hingga membangun kesepakatan penguatan diri agar terbiasa lepas dari ketergantungan layar.

Hasil penelitian menunjukkan capaian yang sangat positif. Setelah mendapatkan intervensi konseling kelompok berbasis self control, tingkat kecanduan gawai para siswa mengalami penurunan signifikan dengan rata-rata penurunan sebesar empat belas persen. Mayoritas peserta yang semula berada dalam kategori kecanduan tinggi berhasil turun ke kategori rendah hingga sedang. Para siswa yang terlibat melaporkan peningkatan kemampuan dalam mengontrol waktu penggunaan ponsel, emosi yang lebih stabil, serta membaiknya pola hidup harian karena kembali fokus pada aktivitas fisik dan hobi nyata di lingkungan sekitar.

Melalui pembuktian ilmiah ini, riset Galuh Meita Putri menyimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik self control terbukti efektif dan dapat menjadi opsi solusi yang humanis bagi pihak sekolah. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menghentikan kebiasaan buruk siswa saat pelajaran, tetapi juga membekali mereka dengan kemandirian mental dalam menyikapi perkembangan teknologi secara bijak.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance