MAGELANG, Juli  – Ketepatan penilaian Glasgow Coma Scale (GCS) menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan penanganan awal pasien cedera kepala di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Temuan tersebut diperkuat melalui penelitian yang dilakukan Galih Bintoro Saputra, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang, yang mengkaji hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan ketepatan penilaian GCS di RSUD Temanggung.
Penelitian bertema “Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Ketepatan Penilaian Glasgow Coma Scale pada Pasien Cedera Kepala di Instalasi Gawat Darurat RSUD Temanggung” ini dilatarbelakangi tingginya jumlah kasus cedera kepala yang ditangani rumah sakit tersebut. Sepanjang tahun 2023 tercatat 992 pasien datang ke IGD dengan diagnosis cedera kepala, sementara 97 pasien di antaranya meninggal dunia. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan perawat dalam melakukan penilaian kesadaran pasien secara cepat dan akurat sejak awal penanganan.
Melalui penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Galih melibatkan 23 perawat IGD sebagai responden menggunakan metode total sampling. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah tingkat pengetahuan perawat memiliki hubungan dengan ketepatan penilaian Glasgow Coma Scale pada pasien cedera kepala.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai GCS, yakni 69,6 persen, sedangkan 56,5 persen mampu melakukan penilaian GCS secara tepat. Analisis statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menghasilkan nilai p sebesar 0,000, yang menandakan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dengan ketepatan penilaian Glasgow Coma Scale.
Lebih jauh, penelitian ini menemukan Odds Ratio (OR) sebesar 5,333, yang berarti perawat dengan tingkat pengetahuan yang lebih baik memiliki peluang sekitar lima kali lebih besar untuk melakukan penilaian GCS secara tepat dibandingkan perawat dengan tingkat pengetahuan yang lebih rendah. Sebaliknya, seluruh responden dengan tingkat pengetahuan sedang tercatat belum mampu melakukan penilaian GCS secara tepat, sementara mayoritas perawat berpengetahuan tinggi berhasil melakukan penilaian sesuai standar.
Temuan tersebut menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan pembaruan pengetahuan perawat, khususnya di ruang gawat darurat, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien cedera kepala. Peneliti merekomendasikan agar perawat IGD terus memperkuat kemampuan melakukan pemeriksaan Glasgow Coma Scale secara lengkap, konsisten, dan sesuai prosedur sehingga keputusan klinis dapat diambil lebih cepat dan risiko kesalahan penanganan dapat diminimalkan.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

