MAGELANG, Juli – Resimen Mahasiswa (Menwa) dinilai masih memiliki peran strategis dalam mendukung upaya bela negara dan memperkuat kedaulatan Indonesia. Hal itu menjadi temuan utama penelitian yang dilakukan Gilang Sandi Prayudha, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui skripsinya yang mengangkat tema Peran Resimen Mahasiswa dalam Rangka Menegakkan Kedaulatan Negara Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Studi Kasus UKM Menwa di Perguruan Tinggi Magelang).
Penelitian tersebut bertujuan menganalisis bagaimana peran dan fungsi Resimen Mahasiswa dalam pelaksanaan bela negara sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002, sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi organisasi tersebut dalam menjalankan tugasnya. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris melalui studi lapangan di UKM Menwa Universitas Muhammadiyah Magelang dan Universitas Tidar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Menwa di wilayah Magelang telah menjalankan fungsinya sebagai komponen pendukung Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Berbagai program pembinaan disiplin, pendidikan bela negara, pengamanan kegiatan kampus, hingga penyelenggaraan seminar kebangsaan menjadi bukti implementasi peran organisasi tersebut dalam menanamkan nasionalisme di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, sebagian besar fungsi organisasi telah terlaksana sesuai ketentuan, meskipun keterlibatan langsung bersama TNI maupun Polri masih terbatas karena belum adanya penugasan resmi.
Penelitian juga menyimpulkan bahwa keberadaan Menwa masih efektif dalam mendukung upaya menjaga kedaulatan negara, khususnya melalui pendidikan karakter, pembentukan disiplin, serta penanaman nilai-nilai bela negara kepada generasi muda. Peran tersebut dinilai penting mengingat mahasiswa merupakan salah satu kelompok strategis dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan global.
Meski demikian, Gilang menemukan sejumlah kendala yang masih dihadapi organisasi Menwa. Hambatan terbesar berasal dari terbatasnya sumber daya manusia, rendahnya wawasan kebangsaan sebagian anggota, serta belum optimalnya loyalitas organisasi. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi efektivitas pelaksanaan program bela negara apabila tidak diimbangi dengan pembinaan yang berkelanjutan.
Sebagai solusi, penelitian merekomendasikan peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan bela negara, diskusi wawasan kebangsaan, pendidikan dinamika politik nasional, serta penguatan pembinaan organisasi agar seluruh anggota memiliki persepsi dan komitmen yang sama dalam menjalankan tugasnya. Dengan penguatan tersebut, Menwa diharapkan mampu terus menjadi mitra strategis perguruan tinggi sekaligus mendukung sistem pertahanan negara melalui pembentukan generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

