Redakan Batuk Balita Lebih Cepat dengan Pijat Akupresur
28 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Batuk masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami balita, terutama akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain pengobatan medis, terapi nonfarmakologis kini semakin mendapat perhatian sebagai alternatif pendamping yang aman. Hal inilah yang menjadi fokus penelitian Imaratul Hikmah, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui skripsinya berjudul Pengaruh Pijat Akupresur terhadap Penurunan Frekuensi Batuk pada Balita: Literature Review.

Penelitian tersebut bertujuan menganalisis sejauh mana terapi pijat akupresur berpengaruh terhadap penurunan frekuensi batuk pada balita. Dengan metode literature review, peneliti menelaah enam artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, ResearchGate, dan Garuda. Seluruh artikel dipilih melalui proses seleksi berdasarkan pedoman PRISMA agar sesuai dengan kriteria penelitian.

Hasil kajian menunjukkan adanya konsistensi temuan bahwa pijat akupresur memberikan dampak positif terhadap pemulihan batuk pada balita. Dari enam penelitian yang dianalisis, rata-rata batuk mereda dalam waktu sekitar 2 hingga 4 hari setelah terapi diberikan. Efektivitas terapi dicapai dengan pemijatan satu kali sehari selama 20 menit, dilakukan minimal tiga hari hingga maksimal tujuh hari. Titik akupresur yang paling sering digunakan adalah LU 7 (Lung 7) dan ST 40 (Stomach 40), sementara sasaran terapi berada pada balita berusia 6 bulan hingga 4 tahun.

Menurut Imaratul Hikmah, terapi akupresur menjadi pilihan yang menjanjikan karena tidak menggunakan bahan kimia dan relatif aman dilakukan sebagai terapi pendamping. Selain membantu mengurangi frekuensi batuk, pijatan pada titik-titik tertentu diyakini mampu memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan daya tahan tubuh, memberikan rasa nyaman, serta membantu proses pemulihan anak secara alami.

Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa seluruh jurnal yang dikaji menyimpulkan adanya hubungan positif antara pemberian pijat akupresur dan penurunan keluhan batuk pada balita. Temuan tersebut memperkuat potensi akupresur sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dipertimbangkan oleh tenaga kesehatan maupun orang tua, tentu dengan tetap memperhatikan kondisi anak dan berkonsultasi dengan tenaga medis apabila gejala tidak membaik.

Melalui kajian ini, Imaratul Hikmah menyimpulkan bahwa pijat akupresur memiliki pengaruh terhadap penurunan batuk pada balita dan layak menjadi referensi dalam pengembangan terapi komplementer di bidang kesehatan anak.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance