MAGELANG, Juli – Keselamatan kerja masih menjadi tantangan di sektor industri kecil, termasuk pada sentra kerajinan gitar. Berangkat dari kondisi tersebut, Sigit Prabowo, mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Magelang, melakukan penelitian berjudul “Pengendalian Potensi Bahaya di Lingkungan Kerja Industri Kerajinan Gitar untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja.” Penelitian ini berfokus pada upaya mengidentifikasi berbagai sumber bahaya di lingkungan kerja sekaligus merumuskan langkah pengendalian yang efektif guna mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Penelitian dilakukan di sentra industri kerajinan gitar Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Melalui observasi lapangan, wawancara dengan para pengrajin, serta analisis menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) yang dipadukan dengan hierarki pengendalian risiko dari NIOSH, peneliti memetakan berbagai potensi bahaya yang muncul selama proses produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja industri gitar masih memiliki sejumlah risiko yang perlu mendapat perhatian serius. Beberapa potensi bahaya utama yang ditemukan meliputi tingkat kebisingan, suhu kerja, dan pencahayaan yang mendekati ambang batas aman. Selain itu, penggunaan mesin dan peralatan yang belum memenuhi aspek keselamatan juga menjadi faktor yang berpotensi memicu terjadinya kecelakaan kerja. Kondisi tersebut diperparah oleh masih terbatasnya penerapan prosedur keselamatan serta penggunaan alat pelindung diri oleh sebagian pekerja.
Sebagai solusi, Sigit Prabowo merekomendasikan penerapan pengendalian risiko secara bertahap sesuai hierarki pengendalian NIOSH. Rekomendasi tersebut meliputi penggantian mesin dengan peralatan yang lebih aman, modifikasi alat produksi untuk mengurangi potensi bahaya, peningkatan pengawasan dan pelatihan keselamatan kerja, hingga penerapan penggunaan alat pelindung diri secara konsisten. Pendekatan tersebut dinilai lebih komprehensif karena tidak hanya berfokus pada perilaku pekerja, tetapi juga memperbaiki sistem dan lingkungan kerja secara menyeluruh.
Penelitian ini menegaskan bahwa pengendalian potensi bahaya bukan sekadar upaya memenuhi standar keselamatan kerja, tetapi juga menjadi investasi penting bagi keberlangsungan industri. Dengan lingkungan kerja yang lebih aman, risiko kecelakaan dapat ditekan sehingga produktivitas dan kualitas proses produksi berpeluang meningkat. Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi pelaku industri kecil dan menengah, khususnya sektor kerajinan, dalam membangun budaya kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

