Riset Ungkap Faktor Biologis hingga Sosial yang Memicu Perilaku Kekerasan pada Pasien Skizofrenia
30 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Penelitian yang dilakukan Ajeng Dhian Prihasti, mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang, mengungkap bahwa faktor biologis, psikologis, dan sosiokultural menjadi faktor predisposisi yang berperan dalam munculnya risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Penelitian tersebut dilakukan di Ruang Gardenia RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo sebagai upaya memberikan gambaran faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan kesehatan jiwa.

Melalui penelitian bertajuk “Gambaran Faktor Predisposisi Risiko Perilaku Kekerasan pada Penderita Skizofrenia di Ruang Gardenia RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo”, Ajeng bertujuan menganalisis berbagai faktor yang melatarbelakangi munculnya perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan retrospektif terhadap 200 responden yang dipilih secara acak.

Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden merupakan laki-laki (51,5 persen), berusia 31–40 tahun (60 persen), dan memiliki tingkat pendidikan menengah (44 persen). Mayoritas responden juga berasal dari suku Jawa, beragama Islam, serta hampir setengahnya telah menikah.

Dari aspek biologis, faktor yang paling banyak ditemukan adalah riwayat atau sedang menjalani pengobatan, yang dialami oleh 55 persen responden. Sementara pada aspek psikologis, persoalan hubungan atau pengalaman penolakan menjadi faktor dominan, dengan 43 persen responden memiliki riwayat kegagalan hubungan. Adapun dari sisi sosiokultural, lebih dari separuh responden mengaku jarang atau tidak pernah menjalin hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia tidak hanya dipengaruhi kondisi medis, tetapi juga berkaitan erat dengan pengalaman psikologis serta kualitas interaksi sosial yang dimiliki pasien. Karena itu, pendekatan penanganan dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan aspek biologis, psikologis, dan sosial agar proses pemulihan berjalan lebih optimal.

Dalam kesimpulannya, Ajeng Dhian Prihasti menegaskan bahwa ketiga faktor predisposisi tersebut menjadi latar belakang penting yang perlu dikenali sejak dini oleh tenaga kesehatan. Identifikasi faktor risiko diharapkan dapat membantu penyusunan intervensi keperawatan yang lebih tepat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa bagi penyandang skizofrenia.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance