MAGELANG, Juli – Menyelesaikan tugas akhir menjadi tantangan besar bagi banyak mahasiswa. Tekanan akademik, keterbatasan waktu, hingga rasa takut gagal kerap memicu kecemasan selama proses penyusunan skripsi. Di tengah kondisi tersebut, dukungan keluarga ternyata memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa.
Temuan itu diungkap dalam penelitian yang dilakukan Nungki Dian Pertiwi, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Magelang. Penelitian berjudul “Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kecemasan Mahasiswa Menghadapi Tugas Akhir di Universitas Muhammadiyah Magelang” bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap 85 mahasiswa tingkat akhir Program Studi S1 Keperawatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai dukungan keluarga dan tingkat kecemasan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga pada kategori cukup. Di sisi lain, tingkat kecemasan mahasiswa didominasi kategori kecemasan ringan, sementara sebagian lainnya tidak mengalami kecemasan maupun mengalami kecemasan sedang.
Temuan paling penting dalam penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan mahasiswa. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 dengan arah korelasi negatif. Artinya, semakin baik dukungan yang diberikan keluarga, semakin rendah tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi penyusunan tugas akhir. Sebaliknya, mahasiswa yang menerima dukungan keluarga lebih rendah cenderung mengalami kecemasan yang lebih tinggi. Pada kelompok dengan dukungan keluarga kurang, mayoritas responden mengalami kecemasan sedang. Sementara pada kelompok dengan dukungan keluarga baik, sebagian besar responden justru tidak mengalami kecemasan.
Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa keberhasilan mahasiswa menyelesaikan skripsi tidak hanya dipengaruhi kemampuan akademik, tetapi juga lingkungan sosial terdekat, terutama keluarga. Dukungan dalam bentuk perhatian, motivasi, pendampingan emosional, maupun bantuan praktis menjadi faktor yang mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus menekan kecemasan selama proses penyusunan tugas akhir.
Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi untuk lebih memperhatikan aspek kesehatan mental mahasiswa, sekaligus mendorong keluarga agar terlibat aktif memberikan dukungan selama mahasiswa menjalani fase penyelesaian studi.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

