Penelitian Ungkap Pengetahuan Warga Magelang tentang Penyimpanan dan Pembuangan Obat Masih Perlu Diperkuat
30 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Kesadaran masyarakat dalam menyimpan dan membuang obat secara benar menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keamanan penggunaan obat sekaligus mencegah pencemaran lingkungan. Hal itulah yang menjadi fokus penelitian Yana Margaretha Pangestu, mahasiswa Program Studi DIII Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui karya tulis ilmiah berjudul Gambaran Pengetahuan Penyimpanan dan Pembuangan Obat di Masyarakat Perumahan Perum Puri Tuk Songo Cacaban Kota Magelang.

Penelitian tersebut bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai cara penyimpanan obat yang tepat serta prosedur pembuangan obat yang aman. Kajian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap warga Perumahan Perum Puri Tuk Songo Cacaban, Kota Magelang. Peneliti menilai pemahaman responden mulai dari penyimpanan obat secara umum, penyimpanan berdasarkan jenis sediaan, penyimpanan setelah kemasan dibuka, hingga tata cara membuang obat yang sudah rusak atau kedaluwarsa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat telah memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai penyimpanan dan pembuangan obat. Mayoritas responden memahami bahwa informasi penyimpanan dapat diperoleh melalui brosur obat maupun dengan berkonsultasi kepada apoteker. Mereka juga mengenali tanda-tanda obat yang sudah rusak, seperti perubahan warna, bau, atau bentuk, sehingga tidak layak lagi digunakan.

Meski demikian, penelitian juga menemukan masih adanya sejumlah kesalahpahaman pada beberapa aspek teknis. Sebagian responden belum memahami cara penyimpanan obat tertentu, seperti obat berbentuk supositoria, antibiotik sirup yang telah dilarutkan, maupun ketentuan penyimpanan setelah kemasan obat dibuka. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat belum sepenuhnya merata sehingga edukasi masih perlu ditingkatkan.

Dalam kesimpulannya, Yana Margaretha Pangestu menegaskan bahwa masyarakat Perumahan Perum Puri Tuk Songo Cacaban pada umumnya sudah mengetahui cara penyimpanan dan pembuangan obat yang benar. Namun, upaya sosialisasi secara berkelanjutan tetap diperlukan agar masyarakat semakin memahami pengelolaan obat yang aman dan bertanggung jawab. Edukasi tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko penggunaan obat yang telah rusak maupun mencegah dampak negatif pembuangan obat terhadap lingkungan.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance