Pijat Bayi Terbukti Bantu Tingkatkan Berat Badan Bayi BBLR, Ini Temuan Penelitian Anggun Virda Pratiwi
30 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) masih menjadi tantangan dalam dunia kesehatan karena berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, perkembangan, hingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit di masa depan. Di tengah upaya mencari intervensi yang aman dan mudah diterapkan, terapi pijat bayi kembali mendapat perhatian sebagai salah satu metode nonfarmakologis yang menjanjikan.

Hal tersebut menjadi fokus penelitian Anggun Virda Pratiwi, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang. Melalui penelitian berjudul “Pengaruh Pijat Bayi terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah: Literature Review”, Anggun mengkaji berbagai hasil penelitian untuk mengetahui seberapa besar efektivitas pijat bayi dalam meningkatkan berat badan bayi BBLR.

Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis tiga artikel ilmiah yang terbit pada periode 2020–2023. Sumber data diperoleh dari Portal Garuda, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait bayi berat badan lahir rendah, pijat bayi, dan peningkatan berat badan. Tujuan utama penelitian adalah merangkum bukti ilmiah mengenai pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan pada bayi dengan riwayat BBLR.

Hasil kajian menunjukkan bahwa pijat bayi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan berat badan. Intervensi dinilai efektif apabila dilakukan selama 1–4 minggu, dengan frekuensi tiga kali dalam seminggu, setiap sesi berlangsung sekitar 15 menit, serta dapat dilakukan pada pagi maupun malam hari sebelum bayi tidur. Rangkaian pijatan tersebut membantu memberikan stimulasi yang mendukung proses pertumbuhan bayi.

Lebih lanjut, seluruh artikel yang dianalisis memperlihatkan adanya peningkatan berat badan yang signifikan setelah bayi mendapatkan terapi pijat. Temuan tersebut ditunjukkan melalui nilai p-value di bawah 0,05, di mana kelompok yang memperoleh pijat bayi mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil kajian, kenaikan berat badan bayi bahkan dapat mencapai sekitar 150–200 gram per minggu pada pelaksanaan intervensi yang sesuai.
Anggun menyimpulkan bahwa pijat bayi layak dipertimbangkan sebagai terapi pendamping dalam perawatan bayi dengan berat badan lahir rendah. Selain mudah dilakukan, intervensi ini berpotensi mendukung pertumbuhan bayi apabila diterapkan secara tepat dan konsisten, serta dapat menjadi salah satu referensi bagi tenaga kesehatan maupun orang tua dalam mendukung tumbuh kembang bayi BBLR.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance