MAGELANG, Juli – Di tengah tantangan rendahnya kemampuan membaca pemahaman pada siswa sekolah dasar, sebuah penelitian yang dilakukan Attalla Cikha Insira, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Magelang, menawarkan solusi pembelajaran yang terbukti efektif. Penelitian tersebut mengangkat tema pengaruh model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbantuan media Pop-Up Book terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas II SD Negeri Tamanagung IV Muntilan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa. Berdasarkan hasil observasi, sebagian besar peserta didik kurang antusias membaca, mengalami kesulitan menemukan gagasan utama, menjawab pertanyaan berdasarkan bacaan, hingga menyimpulkan isi teks. Kondisi tersebut diperparah dengan penggunaan model pembelajaran yang monoton dan minimnya media pembelajaran yang mampu menarik perhatian siswa.
Melalui penelitian berdesain One Group Pretest-Posttest, Attalla melibatkan 25 peserta didik kelas II sebagai sampel penelitian. Tujuan utamanya adalah mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang dipadukan dengan media Pop-Up Book mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Model CIRC dipilih karena mendorong peserta didik belajar secara kooperatif melalui diskusi kelompok, saling membantu memahami bacaan, serta melatih kemampuan membaca dan menulis secara terpadu. Sementara itu, media Pop-Up Book menghadirkan visual tiga dimensi yang menarik sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus membantu siswa memahami isi bacaan dengan lebih mudah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CIRC berbantuan Pop-Up Book memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa. Analisis statistik menggunakan Paired Sample t-Test menghasilkan nilai probabilitas 0,000, lebih kecil dari 0,005, yang menandakan adanya perbedaan nyata antara kemampuan membaca sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model tersebut. Rata-rata nilai peserta didik juga meningkat cukup tajam, dari 46 pada pretest menjadi 80 pada posttest.
Temuan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran yang menggabungkan kerja sama antarsiswa dengan media visual interaktif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Selain meningkatkan pemahaman terhadap isi bacaan, pendekatan tersebut juga mendorong siswa lebih berani berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta menyimpulkan informasi yang diperoleh dari teks.
Penelitian Attalla Cikha Insira memperkuat bukti bahwa inovasi dalam metode pembelajaran menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas literasi di sekolah dasar. Model CIRC berbantuan Pop-Up Book dapat menjadi alternatif bagi guru dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih menarik, efektif, dan berpusat pada peserta didik, khususnya dalam mengembangkan kemampuan membaca pemahaman sejak usia dini.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

