Siasat Industri Kayu Magelang Pangkas Pemborosan Stok Lewat Peramalan Presisi
29 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Dilema penumpukan barang maupun kelangkaan stok akibat fluktuasi permintaan konsumen masih menjadi tantangan mendasar bagi pelaku manufaktur olahan kayu. Mengurai benang kusut tersebut, peneliti asal Universitas Muhammadiyah Magelang, Putro Adi Nugroho, melakukan studi mendalam mengenai tata kelola persediaan pada pabrik olahan kayu sengon CV Jaya Abadi di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Lewat penelitian bertema analisis peramalan permintaan dan persediaan pengaman (safety stock) produk barecore, Putro berfokus memetakan kebutuhan produksi papan kayu olahan berbahan inti sengon tersebut secara sistematis. Tujuan utama riset ini adalah menentukan perkiraan jumlah permintaan serta stok pengaman yang tepat menggunakan metode Double Exponential Smoothing. Langkah ini dirancang agar perusahaan terhindar dari kerugian akibat kelangkaan barang (stockout) maupun penumpukan stok (overstock), sekaligus mengukur tingkat efisiensi biaya penyimpanan persediaan (total inventory cost).

Dalam kajiannya, Putro memanfaatkan metode pemulusan eksponensial ganda (Double Exponential Smoothing) berbasis aplikasi statistik Minitab 21. Metode ini dipilih karena sangat responsif terhadap data historis penjualan yang memiliki pola tren naik-turun sepanjang tahun. Riset membedah tiga tingkatan kualitas produk utama perusahaan, yaitu grade B+, grade B, dan grade C, guna memprediksi volume permintaan selama tiga bulan ke depan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat akurasi peramalan bervariasi pada setiap kriteria produk. Untuk produk barecore kelas B+, metode ini menghasilkan nilai rata-rata persentase kesalahan (MAPE) terendah yaitu sebesar 12 persen, disusul grade B sebesar 21,1 persen, dan grade C sebesar 80 persen. Rendahnya persentase kesalahan pada grade B+ membuktikan bahwa metode peramalan tren ini sangat layak dijadikan rujukan utama dalam menentukan jadwal induk produksi perusahaan.

Berdasarkan hasil proyeksi untuk periode tiga bulan ke depan, total permintaan pasar diperkirakan mencapai 8.013 unit. Demi menjaga pelayanan pelanggan dan mencegah keterlambatan pengiriman, Putro merumuskan ambang batas persediaan pengaman dengan tingkat pelayanan (service level) mencapai 99 persen. Dalam skenario optimal tersebut, gudang perusahaan disarankan mempertahankan stok pengaman sebanyak 11.711 unit untuk grade B+, 412 unit untuk grade B, dan 542 unit untuk grade C.

Penerapan metode peramalan terukur ini terbukti memberikan dampak finansial yang signifikan bagi pabrik. Dari perhitungan biaya persediaan, CV Jaya Abadi berhasil menekan pengeluaran logistik bahan baku utama berupa kayu empulur dan lem alfabond. Efisiensi biaya persediaan tercatat melonjak secara bertahap, mulai dari penghematan sebesar 27,65 persen pada bulan pertama, meningkat menjadi 33,34 persen di bulan kedua, hingga mencapai penghematan tertinggi sebesar 38,78 persen pada bulan ketiga.

Riset ilmiah ini menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi komputasi dan analisis data historis bagi industri olahan kayu skala menengah. Dengan beralih dari pola perkiraan konvensional menuju sistem peramalan berbasis data, produsen tidak hanya mampu mengamankan pasokan barang di pasar, tetapi juga berhasil mengoptimalkan efisiensi biaya secara berkelanjutan.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance