Ketika Pertanian Bertemu Otomasi: Solusi IoT untuk Tanah Subur dan Penyiraman Tepat Waktu
29 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Kemajuan teknologi Internet of Things (IoT) terus membuka peluang baru di sektor pertanian. Melalui penelitian yang dilakukan Rahim Ma’ruf, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang, dikembangkan sebuah sistem pintar yang mampu memantau kondisi lahan sekaligus mengendalikan penyiraman dan pemupukan tanaman pakcoy secara otomatis melalui website.

Penelitian berjudul “Sistem Monitoring Kelembaban Tanah, Suhu, pH, dan Penyiram Otomatis pada Tanaman Pakcoy Berbasis Internet of Things” dilatarbelakangi oleh masih banyaknya petani yang mengandalkan cara manual dalam merawat tanaman. Kondisi tersebut dinilai kurang efisien karena membutuhkan waktu, tenaga, serta berisiko menyebabkan keterlambatan penyiraman maupun pemupukan yang berdampak pada penurunan hasil panen.

Melalui penelitian ini, Rahim merancang sistem berbasis IoT yang mampu memantau kelembaban tanah, suhu udara, dan tingkat keasaman (pH) tanah secara real-time. Data dari berbagai sensor dikirim ke sebuah website sehingga petani dapat memantau kondisi tanaman dari mana saja melalui perangkat yang terhubung ke internet. Selain melakukan monitoring, sistem juga dirancang untuk mengaktifkan penyiraman, pemupukan, serta pengendalian suhu secara otomatis ketika kondisi lingkungan tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman pakcoy.

Dalam implementasinya, sistem memanfaatkan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 yang dipadukan dengan sensor kelembaban tanah, sensor pH, sensor suhu DHT11, pompa air, pompa pupuk cair, dan blower exhaust. Ketika kelembaban tanah turun di bawah batas ideal, pompa penyiraman akan aktif secara otomatis. Demikian pula saat pH tanah terlalu rendah atau suhu greenhouse meningkat, sistem akan menjalankan perangkat pengendali sesuai parameter yang telah ditentukan. Seluruh aktivitas tersebut dapat dipantau melalui antarmuka website secara langsung.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu bekerja sesuai rancangan. Pengujian menggunakan metode black box testing menyatakan seluruh fitur aplikasi, mulai dari login, pengelolaan data sensor, hingga pengiriman data dari perangkat IoT berjalan dengan valid tanpa kendala berarti. Pengujian perangkat keras juga memperlihatkan seluruh sensor dan aktuator dapat berkomunikasi dengan sistem secara real-time.

Lebih dari itu, penelitian juga menunjukkan penggunaan sistem otomatis memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Tanaman yang dibudidayakan menggunakan sistem IoT mengalami peningkatan ukuran dan kualitas dibandingkan metode konvensional karena kebutuhan air dan nutrisi dapat dipenuhi secara lebih tepat dan konsisten. Peneliti menyimpulkan bahwa teknologi ini mampu mengurangi ketergantungan pada proses manual, memudahkan pemantauan lahan dari jarak jauh, menjaga kondisi tanah tetap ideal, sekaligus berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian berbasis teknologi digital.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance