Sentuhan Kehangatan Ibu: Mengapa Perawatan Metode Kanguru Jadi Penyelamat Utama Bayi Lahir Prematur?
29 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli — Kasus bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan anak. Bayi yang lahir dengan berat kurang dari dua setengah kilogram kerap berada dalam kondisi rentan karena lapisan lemak tubuhnya yang tipis serta sistem pengatur suhu tubuh yang belum matang. Akibatnya, mereka sangat mudah kehilangan panas tubuh dan terserang hipotermia—sebuah kondisi darurat medis yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Guna menjawab persoalan tersebut, seorang peneliti dari Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, Farhan Fatkhi Musyaffa, melakukan sebuah studi komprehensif mengenai efektivitas Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru dalam menjaga kestabilan suhu tubuh bayi BBLR.

Melalui penelusuran pustaka kritis terhadap berbagai riset eksperimental dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, studi ini bertujuan untuk memetakan pengaruh KMC terhadap kondisi fisiologis bayi prematur. Penelitian ini secara mendalam mengamati karakteristik fisik bayi, durasi ideal pelaksanaan intervensi, hingga perubahan suhu tubuh sebelum dan sesudah perawatan.

Hasil penelitian mengungkap temuan yang sangat melegakan bagi dunia medis dan para orang tua. Metode kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) antara ibu dan bayi terbukti secara signifikan mampu menaikkan serta menstabilkan suhu tubuh bayi. Sebelum mendapatkan perawatan KMC, sebagian besar bayi BBLR berada dalam kondisi hipotermia sedang dengan suhu tubuh berkisar antara tiga puluh dua hingga tiga puluh enam koma empat derajat Celsius. Namun, setelah diberikan dekapan hangat ala kanguru, suhu tubuh bayi meningkat drastis hingga mencapai batas normal, yakni pada rentang tiga puluh enam koma lima hingga tiga puluh tujuh koma lima derajat Celsius.

Menariknya, tubuh sang ibu terbukti bekerja layaknya pengatur suhu alami atau thermoregulator. Kehangatan yang disalurkan dari dada ibu melalui pembuluh darah di kulit mampu menyerap ke tubuh bayi secara efisien, menciptakan lingkungan aman yang sangat mirip dengan kondisi di dalam rahim.

Penelitian Farhan juga menegaskan pentingnya durasi pelaksanaan. Meskipun intervensi singkat selama satu jam sudah memberikan dampak, pemberian KMC dengan durasi yang lebih lama—sekitar dua jam atau lebih secara bertahap—memberikan pengaruh yang jauh lebih optimal dan stabil terhadap tanda-tanda vital bayi, termasuk detak jantung dan pernapasan. Sebagian besar responden yang diteliti merupakan bayi perempuan berusia satu hingga tujuh hari dengan bobot lahir rata-rata antara satu koma delapan hingga dua koma satu kilogram.

Keunggulan utama dari metode kanguru ini terletak pada sifatnya yang praktis, ramah biaya, dan dapat diterapkan baik di ruang perawatan rumah sakit maupun secara mandiri di rumah. Selain menjadi solusi efektif pengganti inkubator buatan, metode ini sekaligus mempererat ikatan emosional antara ibu dan buah hati serta mempermudah proses pemberian ASI eksklusif. Temuan ini menjadi bukti kuat bahwa dekapan hangat seorang ibu bukan sekadar bentuk kasih sayang, melainkan tindakan medis alami yang sangat ampuh untuk menyelamatkan nyawa bayi prematur.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance