MAGELANG, Juli — Pelajaran Matematika kerap menjadi hantu menakutkan bagi anak-anak usia sekolah dasar karena sifatnya yang abstrak dan penuh logika hitungan. Kondisi serupa sebelumnya dialami oleh para siswa kelas dua SD Negeri Rebug, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Minimnya variasi media pembelajaran membuat minat belajar siswa redup, hingga berimbas pada rendahnya tingkat kelulusan evaluasi materi waktu yang hanya menyentuh sebagian kecil siswa.
Melihat fenomena tersebut, seorang peneliti dari Universitas Muhammadiyah Magelang, Fitri Nurhajimah, mengagas sebuah inovasi strategi pembelajaran untuk memecahkan kebekuan kelas. Dalam risetnya, Fitri menerapkan perpaduan antara model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament atau TGT dengan media visual interaktif yang diberi nama Monopoli Waktu alias Monitu.
Penelitian ini dirancang secara khusus untuk mengetahui sejauh mana dampak penerapan permainan papan Monitu dalam mendukung model TGT terhadap peningkatan hasil belajar Matematika siswa, khususnya pada materi membaca jam, menentukan durasi, hingga menyusun jadwal aktivitas harian. Melalui pendekatan eksperimen yang melibatkan seluruh siswa kelas dua sekolah tersebut, suasana kelas diubah total menjadi panggung kompetisi kelompok yang dinamis dan penuh kegembiraan.
Metode Teams Games Tournament membagi siswa ke dalam tim-tim kecil heterogen. Unsur permainan Monitu dihadirkan lewat papan monopoli modifikasi yang dilengkapi kartu tantangan materi waktu, uang mainan, hingga jam peraga. Siswa tidak lagi duduk diam mendengarkan ceramah guru, melainkan aktif melangkah di papan permainan, menjawab pertanyaan matematis demi mengumpulkan poin, serta saling berkolaborasi agar kelompok mereka keluar sebagai pemenang turnamen.
Hasil penelitian menunjukkan lonjakan capaian pembelajaran yang sangat signifikan. Sebelum diberi perlakuan dengan media Monitu dan model TGT, pemahaman dasar siswa berada pada kategori sangat rendah. Namun, setelah melewati tiga kali sesi pembelajaran berbasis permainan ini, kemampuan kognitif para siswa melompat tajam hingga mencapai kategori sangat baik pada tes akhir.
Analisis statistik membuktikan bahwa perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan media permainan ini bernilai signifikan secara meyakinkan. Integrasi permainan monopoli ke dalam metode pembelajaran kooperatif terbukti berhasil mendobrak kepasifan siswa. Anak-anak menjadi jauh lebih kompetitif, berani mengemukakan pendapat, serta lebih kreatif dalam memecahkan masalah hitungan waktu.
Inovasi ini memberikan angin segar bagi dunia pendidikan dasar, membuktikan bahwa materi pelajaran yang dianggap rumit sekalipun dapat dikuasai dengan mudah apabila disajikan lewat ruang belajar yang fleksibel, kooperatif, dan menyenangkan.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

