Terbukti Efektif, Penggunaan Suction Toothbrush Pangkas Risiko Infeksi Paru Pasien Kritis di ICU
28 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli — Perawatan kebersihan mulut (oral hygiene) pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran atau kondisi kritis di ruang perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU) sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga medis. Ketidakmampuan pasien dalam merespons serta risiko masuknya cairan ke saluran pernapasan menuntut adanya metode perawatan yang lebih efisien dan aman. Menjawab tantangan tersebut, peniliti Eli Kusumawati dari Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang melakukan kajian mendalam mengenai efektivitas penggunaan sikat gigi penyedot atau suction toothbrush.

Penelitian ilmiah berjenis literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif efektivitas, tingkat keamanan, serta kendala penggunaan suction toothbrush dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut pasien tidak sadar. Evaluasi difokuskan pada perbandingan antara penggunaan sikat gigi penyedot modern ini dengan metode perawatan oral tradisional, baik pada pasien yang menggunakan alat bantu napas invasif seperti ventilator maupun pasien non-ventilator yang menggunakan masker oksigen.

Melalui analisis terhadap berbagai studi eksperimental internasional, Eli Kusumawati menemukan bahwa penggunaan suction toothbrush terbukti secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan kebersihan rongga mulut dibandingkan sikat gigi manual maupun kassa gulung. Alat ini secara nyata mampu menurunkan skor akumulasi plak, debris, serta menekan peradangan gusi (gingivitis) pada pasien kritis. Hal tersebut terjadi karena inovasi saluran penghisap yang terintegrasi langsung pada kepala sikat mampu menyedot air liur, sisa makanan, dan akumulasi bakteri secara instan sebelum sempat terhirup oleh pasien.

Dampak klinis paling krusial dari penerapan suction toothbrush ini adalah penurunan risiko infeksi saluran pernapasan berat, khususnya pneumonia aspirasi dan Ventilator-Associated Pneumonia (VAP). Angka kejadian infeksi paru di ruang intensif tercatat mengalami penurunan yang signifikan pada kelompok pasien yang dirawat menggunakan sikat gigi penyedot ini. Di samping itu, efektivitas alat ini semakin optimal ketika dikombinasikan dengan penggunaan cairan antiseptik seperti chlorhexidine gluconate.

Meski memberikan manfaat medis yang sangat besar, penelitian ini juga menggarisbawahi beberapa hambatan operasional di lapangan. Penggunaan suction toothbrush memerlukan keterampilan teknis khusus dari perawat serta alokasi waktu prosedur yang sedikit lebih lama. Kendala ketersediaan alat dan biaya operasional di sejumlah fasilitas kesehatan daerah juga menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Eli merekomendasikan perlunya penyusunan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang terstruktur serta pelatihan berkelanjutan bagi para perawat agar inovasi perawatan oral ini dapat diimplementasikan secara merata demi meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup pasien kritis.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance