MAGELANG, Juli – Tekanan darah tinggi atau hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan global yang sering kali datang tanpa gejala namun berakibat fatal. Mengingat banyaknya pasien yang harus mengonsumsi obat-obatan kimia jangka panjang, riset terbaru dari peneliti Annisa Kurniasari dari Universitas Muhammadiyah Magelang menghadirkan alternatif segar melalui pemanfaatan terapi akupresur. Penelitian berjenis literature review ini mengkaji secara mendalam efektivitas pijat titik meridian dalam menekan angka tekanan darah pada pasien dewasa.
Melalui penelusuran berbagai publikasi ilmiah terindeks, Annisa mengusung tema penelitian terapi komplementer dengan tujuan utama menguji sejauh mana teknik akupresur mampu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, sekaligus memetakan standar durasi serta keamanan penerapannya di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan metode penanganan hipertensi yang tidak invasif, efisien, dan minim risiko.
Hasil penelaahan menunjukkan bahwa terapi akupresur terbukti secara ilmiah memberikan dampak signifikan terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi dewasa. Peneliti mencatat dua titik meridian yang paling dominan dan efektif memberikan efek penurunan, yaitu titik Sanyinjiao (SP 6) yang terletak di atas mata kaki dan titik Taichong (LR 3) di area punggung kaki. Penekanan pada area-area sensitif ini terbukti mampu menstimulasi sistem saraf parasimpatis, merilekskan pembuluh darah yang tegang, dan melepaskan hormon penenang alami dalam tubuh.
Dari segi teknis penerapan, studi ini mendapati bahwa durasi terapi paling ideal dilakukan selama 15 hingga 30 menit dalam satu kali sesi. Durasi tersebut sudah cukup untuk memberikan respons vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah secara optimal. Poin penting lain yang disimpulkan dalam penelitian ini adalah tingkat keamanannya yang sangat tinggi; terapi penekanan jari ini tidak mencatatkan adanya efek samping merugikan bagi pasien dewasa selama dilakukan dalam kondisi tubuh yang stabil dan sesuai standar operasional.
Karya ilmiah Annisa Kurniasari ini menjadi angin segar bagi dunia keperawatan dan medis modern. Hasil riset ini merekomendasikan agar edukasi teknik akupresur mulai diterapkan secara luas di rumah sakit maupun pusat layanan primer sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk mengontrol tekanan darah secara alami.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

