Terapi Musik Mozart Efektif Redakan Nyeri Pasien Pasca Operasi ORIF
30 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Terapi musik klasik Mozart berpotensi menjadi pendamping efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien yang menjalani operasi Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) akibat fraktur. Temuan tersebut disampaikan Tri Ari Pamiyanti, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui penelitian berjudul Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Post Operasi ORIF Menggunakan Terapi Musik Mozart: Literature Review.

Penelitian ini mengangkat tingginya angka kejadian fraktur yang kerap membutuhkan tindakan operasi ORIF. Meski prosedur tersebut mampu mengembalikan fungsi tulang, pasien umumnya masih menghadapi keluhan nyeri pascaoperasi yang dapat menghambat proses pemulihan. Karena itu, Tri Ari Pamiyanti menelaah berbagai hasil penelitian untuk mengetahui sejauh mana terapi musik Mozart dapat membantu menurunkan intensitas nyeri sebagai terapi nonfarmakologis pendamping.

Menggunakan metode literature review, peneliti menyeleksi artikel ilmiah dari sejumlah basis data internasional, yakni PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Setelah melalui proses penyaringan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh tujuh artikel penelitian yang menjadi dasar analisis. Fokus kajian diarahkan pada pasien dewasa pascaoperasi ORIF dengan pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS).

Hasil telaah menunjukkan pola yang konsisten. Seluruh penelitian yang dianalisis memperlihatkan adanya penurunan skala nyeri setelah pasien mendapatkan intervensi berupa terapi musik Mozart. Pada beberapa penelitian, skor nyeri sedang berangsur turun menjadi nyeri ringan setelah pasien mendengarkan musik Mozart selama periode terapi yang telah ditentukan. Bahkan, sejumlah studi melaporkan penurunan nyeri yang signifikan dibandingkan kelompok yang tidak memperoleh intervensi serupa.

Menurut Tri Ari Pamiyanti, musik Mozart bekerja sebagai teknik distraksi yang membantu mengalihkan perhatian pasien dari rasa nyeri. Efek relaksasi yang ditimbulkan turut mendukung pelepasan zat alami tubuh yang berperan dalam menekan persepsi nyeri, sehingga pasien merasa lebih nyaman selama masa pemulihan pascaoperasi.

Berdasarkan analisis terhadap tujuh artikel tersebut, penelitian menyimpulkan bahwa terapi musik Mozart terbukti efektif sebagai terapi komplementer untuk membantu menurunkan skala nyeri pada pasien pascaoperasi ORIF. Meski tidak menggantikan terapi medis maupun analgesik, pendekatan ini dinilai dapat menjadi pilihan intervensi keperawatan yang sederhana, aman, mudah diterapkan, serta berpotensi meningkatkan kenyamanan pasien selama proses penyembuhan.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance