Penelitian Ungkap Faktor Penentu Kelengkapan Dokumentasi Keperawatan di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo
29 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Kualitas pelayanan rumah sakit tidak hanya diukur dari ketepatan tindakan medis, tetapi juga dari kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan. Berangkat dari persoalan tersebut, Probo Laksono, peneliti dari Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang, meneliti hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dan pengawasan kepala ruang terhadap pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya dokumentasi keperawatan yang belum lengkap. Hasil survei awal bahkan menunjukkan hanya sekitar 20 persen rekam medis yang terdokumentasi secara lengkap, sementara sisanya masih memiliki kekurangan, mulai dari data pengkajian yang tidak lengkap hingga pencatatan waktu dan implementasi tindakan yang belum diisi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi mutu pelayanan sekaligus meningkatkan risiko kesalahan dalam pemberian asuhan keperawatan.

Melalui penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, Probo Laksono melibatkan 75 perawat di ruang rawat inap sebagai responden. Penelitian bertujuan mengetahui apakah tingkat pengetahuan perawat serta pengawasan kepala ruang memiliki hubungan terhadap kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik mengenai dokumentasi keperawatan. Selain itu, sebagian besar responden juga menilai pengawasan kepala ruang telah berjalan dengan baik. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas dokumentasi yang secara umum juga berada pada kategori sangat baik. Meski demikian, analisis statistik memberikan temuan menarik.

Penelitian menemukan tingkat pengetahuan perawat tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Sebaliknya, pengawasan kepala ruang terbukti memiliki hubungan yang signifikan dan berpola positif terhadap kualitas dokumentasi. Artinya, semakin baik supervisi yang dilakukan kepala ruang, semakin baik pula pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan oleh perawat.

Temuan ini memperlihatkan bahwa peningkatan mutu pelayanan keperawatan tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan individu perawat. Peran kepala ruang sebagai supervisor menjadi faktor penting dalam memastikan setiap tahapan asuhan keperawatan terdokumentasi secara lengkap, akurat, dan sesuai standar. Supervisi yang konsisten juga dinilai mampu mendorong kepatuhan perawat dalam melakukan pencatatan sebagai bagian dari tanggung jawab profesional sekaligus perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan maupun pasien.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti merekomendasikan agar RS PKU Muhammadiyah Wonosobo terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pengawasan kepala ruang terhadap proses dokumentasi keperawatan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga mutu pelayanan rumah sakit sekaligus memperkuat keselamatan pasien melalui dokumentasi asuhan keperawatan yang lebih lengkap dan berkualitas.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance