MAGELANG, Juli – Ketidakpastian permintaan pasar masih menjadi tantangan bagi banyak pelaku usaha peternakan ayam. Kondisi tersebut mendorong Irfan Faisal Pratama, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang, mengembangkan sistem peramalan penjualan ayam berbasis metode Simple Moving Average untuk diterapkan di Agung Jaya Farm Purworejo.
Melalui penelitian berjudul “Implementasi Sistem Forecasting Penjualan Ayam dengan Metode Moving Average di Agung Jaya Farm Purworejo”, Irfan berangkat dari permasalahan yang dihadapi peternakan, yakni kesulitan menentukan jumlah stok ayam sesuai kebutuhan pasar. Akibatnya, usaha berisiko mengalami kekurangan stok ketika permintaan meningkat maupun kelebihan stok yang berdampak pada meningkatnya biaya pemeliharaan dan penurunan nilai jual ayam.
Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi yang mampu memprediksi penjualan ayam sehingga pemilik usaha dapat menyusun strategi bisnis dan mengambil keputusan berdasarkan data. Sistem dikembangkan menggunakan metode Simple Moving Average, yang memanfaatkan data historis penjualan untuk memperkirakan permintaan pada periode berikutnya.
Dalam proses pengembangannya, sistem dibangun berbasis web menggunakan framework CodeIgniter dan memanfaatkan data penjualan bulanan sebagai dasar perhitungan prediksi. Selain menghasilkan estimasi penjualan, sistem juga menyediakan fitur pengelolaan data transaksi dan laporan yang memudahkan pemilik memantau perkembangan usaha secara lebih terstruktur.
Hasil penelitian menunjukkan sistem yang dikembangkan mampu berjalan sesuai rancangan. Berdasarkan pengujian Black Box, seluruh fungsi aplikasi berjalan dengan baik, sedangkan Beta Testing memperoleh nilai kelayakan sebesar 86 persen, yang menandakan sistem sangat layak digunakan oleh pengguna.
Dari sisi akurasi prediksi, metode Simple Moving Average juga menunjukkan performa yang baik. Evaluasi menggunakan indikator Mean Absolute Percentage Error (MAPE) menghasilkan nilai sekitar 5,8 persen pada pengujian data tiga bulan, yang termasuk kategori sangat baik karena berada di bawah ambang 10 persen. Hasil tersebut menunjukkan sistem mampu memberikan prediksi penjualan yang cukup akurat sebagai dasar penyusunan strategi persediaan dan penjualan di periode berikutnya.
Melalui penelitian ini, Irfan Faisal Pratama menyimpulkan bahwa penerapan sistem forecasting tidak hanya membantu proses pengelolaan data menjadi lebih rapi dan terdokumentasi secara digital, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam mengatur stok dan memenuhi permintaan pasar. Penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dapat menjadi solusi praktis bagi pelaku usaha peternakan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan meminimalkan potensi kerugian akibat ketidaktepatan perencanaan penjualan.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

