MAGELANG, Juli – Komitmen guru terhadap sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh tanggung jawab pribadi, tetapi juga erat kaitannya dengan kualitas kepemimpinan kepala sekolah, motivasi untuk berprestasi, serta budaya organisasi yang berkembang di lingkungan kerja. Temuan tersebut menjadi hasil utama penelitian Nur Hariyanti, mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui tesis berjudul Aspek Komitmen Organisasi Dilihat dari Kepemimpinan Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi dan Budaya Organisasi pada MI Unggulan di Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo.
Penelitian ini mengangkat tema komitmen organisasi guru pada dua madrasah ibtidaiyah unggulan, yakni MI Ma’arif Bendosari dan MI Muhammadiyah Beran, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Fokus penelitian diarahkan untuk mengetahui sejauh mana kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi, dan budaya organisasi memengaruhi tingkat komitmen guru terhadap lembaga pendidikan tempat mereka mengabdi.
Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, Nur Hariyanti melibatkan seluruh guru dari kedua madrasah tersebut sebagai responden, dengan total 67 orang. Data dianalisis menggunakan regresi berganda untuk menguji hubungan masing-masing variabel terhadap komitmen organisasi guru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi guru. Artinya, semakin efektif seorang kepala sekolah memimpin, semakin tinggi pula loyalitas dan komitmen guru terhadap sekolah. Selain itu, motivasi berprestasi juga terbukti meningkatkan komitmen organisasi. Guru yang memiliki dorongan untuk mencapai prestasi cenderung menunjukkan dedikasi dan keterikatan yang lebih kuat terhadap lembaga tempat mereka bekerja.
Tak hanya itu, penelitian juga menemukan bahwa budaya organisasi menjadi faktor penting dalam membangun komitmen guru. Lingkungan kerja yang memiliki nilai, norma, dan budaya positif mampu mendorong terciptanya rasa memiliki terhadap organisasi sehingga guru semakin terdorong memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah. Ketiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima.
Temuan tersebut menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kompetensi guru, tetapi juga membutuhkan kepemimpinan kepala sekolah yang inspiratif, budaya organisasi yang sehat, serta iklim kerja yang mampu memotivasi setiap tenaga pendidik untuk terus berkembang. Dengan demikian, upaya membangun sekolah berkualitas perlu dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan kepemimpinan dan budaya organisasi sebagai fondasi utama terciptanya komitmen guru yang tinggi.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

