Riset: Profesionalisme Guru Berpengaruh Besar terhadap Penilaian Pembelajaran PAI di SMP Wonosobo
29 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga kualitas guru yang menjalankannya. Temuan tersebut diperkuat dalam penelitian yang dilakukan Muhsin, mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui tesis berjudul Pengaruh Latar Belakang Pendidikan dan Profesionalisme Guru terhadap Manajemen Penilaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam SMP Negeri di Kabupaten Wonosobo.

Penelitian ini mengangkat persoalan yang masih ditemukan di sejumlah sekolah, yakni adanya guru yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya serta beragamnya tingkat profesionalisme guru. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kualitas pengelolaan penilaian pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan utama penelitian adalah menganalisis sejauh mana latar belakang pendidikan dan profesionalisme guru memengaruhi manajemen penilaian pembelajaran di SMP Negeri Kabupaten Wonosobo.

Muhsin menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 40 guru PAI sebagai sampel yang dipilih secara acak dari total 107 guru PAI SMP Negeri di Kabupaten Wonosobo. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan regresi linier dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru telah memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang yang diampu. Sebanyak 72,5 persen responden berada pada kategori sesuai, dengan kontribusi terhadap manajemen penilaian pembelajaran sebesar 12,4 persen. Sementara itu, profesionalisme guru memberikan pengaruh yang jauh lebih besar, yakni mencapai 62,7 persen terhadap kualitas pengelolaan penilaian pembelajaran.

Penelitian ini juga menemukan bahwa manajemen penilaian pembelajaran PAI di SMP Negeri Kabupaten Wonosobo berada pada kategori sangat baik, dengan 77,5 persen guru memperoleh penilaian tinggi. Ketika latar belakang pendidikan dan profesionalisme guru dianalisis secara bersama-sama, keduanya terbukti memberikan pengaruh signifikan sebesar 75,1 persen terhadap manajemen penilaian pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi akademik yang relevan perlu diimbangi dengan profesionalisme yang terus berkembang agar proses penilaian pembelajaran berlangsung lebih efektif, objektif, dan berkualitas.

Melalui penelitian ini, Muhsin menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya memastikan kesesuaian latar belakang pendidikan guru. Penguatan profesionalisme melalui pengembangan kompetensi, pelatihan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas kinerja guru menjadi faktor yang paling menentukan dalam menciptakan sistem penilaian pembelajaran yang mampu mendukung keberhasilan peserta didik.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance