Penelitian Ungkap Kaitan Intensitas TikTok dengan Gangguan Mental Emosional Remaja, Korelasinya Tergolong Kuat
27 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Di tengah pesatnya penggunaan media sosial di kalangan generasi muda, sebuah penelitian dari Rima Ayu Fitriyani , mahasiswa Program Studi S1 ​​Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Magelang, mengungkap adanya hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan TikTok dan gangguan mental emosional pada remaja di Desa Kaliglagah, Kabupaten Purworejo. Penelitian tersebut mengangkat tema pengaruh penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja , yang kini menjadi perhatian di berbagai daerah.

Riset ini bertujuan mengetahui apakah penggunaan TikTok berkaitan dengan munculnya gangguan mental emosional pada remaja. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap 43 responden yang dipilih melalui teknik proporsional random sampling . Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan instrumen kuesioner penggunaan TikTok dan Mood Disorder Questionnaire (MDQ) .

Latar belakang penelitian berangkat dari tingginya penggunaan TikTok di Indonesia yang didominasi kelompok usia muda. Di sisi lain, remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami perubahan emosional akibat tekanan sosial, perkembangan psikologis, hingga paparan konten digital. Kondisi tersebut mendorong peneliti untuk mengkaji apakah intensitas penggunaan platform video pendek tersebut memiliki kaitan dengan kesehatan mental remaja di tingkat komunitas.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden, yakni 72,1 persen , menggunakan TikTok secara intens. Sementara itu, 67,4 persen responden terindikasi mengalami gangguan mental emosional berdasarkan hasil pengukuran menggunakan MDQ. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan TikTok yang tinggi juga diikuti oleh tingginya proporsi remaja yang mengalami gangguan mental emosional.
Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,035 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan antara makna penggunaan TikTok dan gangguan mental emosional. Penelitian ini juga menghasilkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,747 , yang menunjukkan hubungan berada pada kategori kuat. Dengan kata lain, semakin tinggi intensitas penggunaan TikTok pada responden, semakin besar kecenderungan munculnya gangguan mental emosional.

Melalui penelitian ini, Rima Ayu Fitriyani menekankan pentingnya perhatian keluarga, sekolah, dan pemerintah desa dalam mendampingi remaja menggunakan media sosial secara bijak. Hasil penelitian diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun edukasi literasi digital dan upaya promotif kesehatan mental agar remaja mampu memanfaatkan media sosial secara lebih sehat, produktif, dan seimbang.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance