Di Balik Layar Klinik Berkah Sehat: Mengapa Pasien Begitu Percaya pada Perawat Polresta Magelang?
30 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli — Selama ini, sebagian besar masyarakat luas kerap menganggap sosok perawat sekadar tenaga medis pendamping dokter yang bertugas membagikan obat atau mencatat keluhan fisik. Padahal, dinamika pelayanan kesehatan modern menuntut fungsi keperawatan yang jauh lebih kompleks dan holistik. Sebuah riset terbaru di Klinik Berkah Sehat Polresta Magelang mengupas tuntas bagaimana masyarakat menilai profesionalisme perawat dari berbagai dimensi penting.

Penelitian ilmiah bertajuk persepsi klien terhadap peran perawat ini diselesaikan oleh Raden Alrefa Wahyu Putranto, peneliti sekaligus mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang. Melalui kajian analitis yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2024, Raden Alrefa berupaya memetakan secara tajam sejauh mana enam fungsi utama keperawatan diimplementasikan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.

Tujuan utama dari studi berbasis pendekatan deskriptif ini adalah untuk mengukur persepsi serta tingkat kepuasan langsung dari para pengguna layanan kesehatan. Melalui teknik pengumpulan data purposive sampling, sebanyak 106 responden yang berobat ke Klinik Berkah Sehat dilibatkan sebagai sampel. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia dewasa muda (26 hingga 39 tahun) sebesar 59,4 persen, dengan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (52,8 persen) serta berlatar belakang pendidikan tinggi (40,6 persen).

Hasil temuan di lapangan menunjukkan gambaran yang sangat menggembirakan bagi dunia keperawatan. Seluruh responden atau mencapai 100 persen memberikan penilaian positif terhadap peran perawat sebagai koordinator dan kolaborator. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan perawat dalam menjalin kerja sama tim dengan dokter maupun apoteker, serta mengordinasikan tahapan pengobatan pasien, dinilai sangat solid dan tanpa celah.

Tak hanya itu, peran perawat sebagai edukator atau pendidik kesehatan mendulang persepsi positif hingga 95,3 persen. Pasien mengaku mendapat penjelasan yang gamblang mengenai aturan minum obat, dosis, hingga panduan pencegahan penyakit. Sementara itu, peran perawat sebagai konselor atau tempat berkonsultasi masalah kesehatan juga berhasil mengantongi respon positif sebesar 89,6 persen.

Fungsi inti perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan (care provider) meraih 88,7 persen tanggapan positif. Keramahan, ketelitian menanyakan riwayat penyakit, serta kepedulian emosional yang ditunjukkan perawat terbukti mampu meningkatkan rasa nyaman pasien. Adapun untuk peran sebagai penemu kasus (case finder) melalui deteksi dini risiko penyakit mencapai 78,3 persen, dan peran perawat sebagai panutan hidup sehat (role model) mengumpulkan angka positif sebesar 72,6 persen.

Temuan Raden Alrefa ini membawa pesan kuat bagi evaluasi mutu layanan kesehatan. Tingginya persepsi positif masyarakat menunjukkan bahwa ketika perawat menjalankan fungsi holistiknya secara optimal—tidak hanya fokus pada aspek medis teknis tetapi juga edukasi dan komunikasi emosional—tingkat kepercayaan serta kepuasan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan publik akan meningkat secara signifikan.(ed,adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance