Pendidikan Agama dalam Keluarga Terbukti Berpengaruh pada Kedisiplinan Beragama Mahasiswa
29 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menjaga konsistensi menjalankan ajaran agama, lingkungan keluarga kembali terbukti memiliki peran yang sangat menentukan. Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan Ghuron Muhajalin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Magelang, melalui skripsinya berjudul Pengaruh Pendidikan Agama dalam Keluarga terhadap Kedisiplinan Beragama Mahasiswa PAI Universitas Muhammadiyah Magelang.

Penelitian ini mengangkat tema mengenai hubungan antara pendidikan agama yang diberikan orang tua di lingkungan keluarga dengan tingkat kedisiplinan beragama mahasiswa. Meski responden berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam yang secara akademik telah mendapatkan pembelajaran keagamaan, peneliti menilai masih terdapat mahasiswa yang belum menunjukkan kedisiplinan beragama secara optimal. Kondisi tersebut mendorong penelitian untuk mengetahui sejauh mana pendidikan agama dalam keluarga memengaruhi perilaku keagamaan mahasiswa.

Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, penelitian melibatkan 60 mahasiswa dari total populasi 231 mahasiswa PAI Universitas Muhammadiyah Magelang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa beserta orang tua mereka untuk mengukur kualitas pendidikan agama dalam keluarga dan tingkat kedisiplinan beragama mahasiswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pendidikan agama dalam keluarga berada pada kategori sangat tinggi, dengan 85 persen responden memperoleh skor tertinggi. Sementara itu, tingkat kedisiplinan beragama mahasiswa juga tergolong baik. Sebanyak 53,3 persen responden berada pada kategori tinggi dan 43,3 persen masuk kategori sangat tinggi.

Analisis statistik memperlihatkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara pendidikan agama dalam keluarga terhadap kedisiplinan beragama mahasiswa. Nilai koefisien regresi sebesar 0,679 menunjukkan bahwa semakin baik pendidikan agama yang diterima di lingkungan keluarga, semakin tinggi pula kedisiplinan mahasiswa dalam menjalankan ajaran agama. Penelitian juga menemukan bahwa pendidikan agama dalam keluarga memberikan kontribusi sebesar 48 persen terhadap kedisiplinan beragama, sedangkan 52 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.

Temuan ini menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi fondasi utama pembentukan karakter religius, bahkan ketika anak telah memasuki jenjang pendidikan tinggi. Penelitian Ghuron Muhajalin memberikan gambaran bahwa pembiasaan nilai-nilai keagamaan sejak dini di lingkungan keluarga memiliki dampak nyata terhadap konsistensi mahasiswa dalam menjalankan kehidupan beragama, sekaligus menjadi masukan bagi orang tua, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis keluarga.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repsoitori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance