MAGELANG, Juli – Seiring meningkatnya ketergantungan terhadap jaringan nirkabel di lingkungan kampus, aspek keamanan menjadi perhatian yang tak bisa diabaikan. Berangkat dari kondisi tersebut, Muhammad A. Hanafi, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), melakukan penelitian bertajuk Analisa Keamanan Jaringan Wireless UNIMMA Menggunakan Metode Penetration Testing.
Penelitian ini mengangkat tema keamanan jaringan wireless dengan tujuan mengevaluasi tingkat kerentanan jaringan WiFi di Fakultas Teknik UNIMMA melalui metode penetration testing, yakni simulasi serangan siber yang dilakukan secara terkontrol untuk mengidentifikasi celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dalam proses pengujian, Hanafi menerapkan tahapan penetration testing mulai dari planning and preparation, reconnaissance, discovery, penetration, analysis, hingga report preparation. Pengujian dilakukan menggunakan sistem operasi Kali Linux dengan sejumlah perangkat lunak seperti Aircrack-ng, Fern WiFi Attacker, Wifite, dan Crunch untuk menguji kekuatan sistem keamanan jaringan wireless di beberapa lokasi Fakultas Teknik UNIMMA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar jaringan wireless yang diuji masih memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi. WiFi di Laboratorium Informatika S1, Laboratorium Informatika, serta Ruang Sidang Fakultas Teknik berhasil ditembus menggunakan beberapa tools pengujian seperti Aircrack-ng, Fern, dan Wifite. Sementara itu, jaringan Laboratorium Teknologi Informasi D3 memiliki tingkat keamanan yang lebih baik karena hanya dapat ditembus menggunakan Aircrack-ng, sedangkan pengujian dengan tools lainnya tidak berhasil.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kompleksitas kata sandi, konfigurasi perangkat, serta jenis router yang digunakan sangat memengaruhi tingkat keberhasilan serangan. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pembaruan sistem keamanan secara berkala, penggunaan kata sandi yang lebih kuat, serta penerapan mekanisme mitigasi untuk meminimalkan risiko kebocoran akses jaringan.
Melalui penelitian ini, Muhammad A. Hanafi merekomendasikan agar pengelola jaringan kampus meningkatkan kebijakan keamanan, melakukan pengujian penetrasi secara rutin, serta memperkuat sistem deteksi ancaman. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kerahasiaan data, meningkatkan keandalan layanan internet kampus, sekaligus membangun lingkungan jaringan wireless yang lebih aman bagi sivitas akademika.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

