MAGELANG, Juli – Pembelajaran seni budaya di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang mampu mendorong kreativitas sekaligus menghubungkan materi dengan pengalaman nyata siswa. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Rivaldo Chairul Yudha Pratama, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Magelang, melakukan penelitian mengenai efektivitas model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) berbantuan media konkret terhadap keterampilan menggambar dekoratif siswa kelas III SD Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang.
Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana penerapan model CTL yang dipadukan dengan penggunaan media konkret mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menggambar dekoratif pada materi ragam hias. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran sebelumnya masih didominasi metode ceramah dan penugasan, sehingga kreativitas siswa belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut mendorong perlunya model pembelajaran yang lebih kontekstual dan melibatkan pengalaman belajar secara langsung.
Dalam penelitiannya, Rivaldo menggunakan metode Pre-Experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest. Penelitian melibatkan seluruh siswa kelas III yang berjumlah 28 orang melalui teknik total sampling. Kemampuan menggambar dekoratif siswa diukur sebelum dan sesudah penerapan model CTL berbantuan media konkret, kemudian dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 25.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menggambar dekoratif setelah siswa mengikuti pembelajaran menggunakan model CTL. Berdasarkan uji Wilcoxon, diperoleh nilai signifikansi 0,000, lebih kecil dari 0,05, yang menandakan adanya pengaruh positif dan signifikan dari penerapan model Contextual Teaching Learning berbantuan media konkret terhadap keterampilan menggambar dekoratif siswa.
Temuan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran yang mengaitkan materi dengan lingkungan sekitar serta didukung media konkret mampu membantu siswa lebih aktif mengamati, mengeksplorasi ide, dan menuangkannya dalam bentuk karya dekoratif. Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga mendorong kreativitas serta apresiasi siswa terhadap ragam hias sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
Melalui penelitian ini, Rivaldo Chairul Yudha Pratama memberikan rekomendasi agar guru, khususnya pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya di sekolah dasar, mempertimbangkan penerapan model CTL berbantuan media konkret sebagai alternatif pembelajaran yang lebih inovatif. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna sekaligus meningkatkan keterampilan berkarya siswa dalam menggambar dekoratif.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

