MAGELANG, Juli – Maulana Irfan Rahmanto, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), mengungkap pentingnya peran motivasi belajar dan pola asuh orang tua dalam membentuk perkembangan sosio-emosional anak usia sekolah dasar. Temuan tersebut dituangkan dalam penelitian korelasional yang dilakukan pada siswa SD Negeri Kerokan, Kabupaten Temanggung.
Penelitian ini berangkat dari fenomena masih ditemukannya siswa yang kurang percaya diri, sulit bekerja sama, mudah menyerah saat belajar, hingga kesulitan mengendalikan emosi. Kondisi tersebut diduga tidak hanya dipengaruhi oleh rendahnya motivasi belajar, tetapi juga oleh pola pengasuhan yang diterapkan orang tua di rumah. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosio-emosional siswa sekolah dasar.
Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional, Maulana melibatkan 53 siswa sebagai responden yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket mengenai motivasi belajar, pola asuh orang tua, dan perkembangan sosio-emosional, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi dengan bantuan perangkat lunak statistik.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosio-emosional siswa. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,042 atau lebih kecil dari 0,05, sehingga kedua variabel tersebut dinyatakan memiliki korelasi terhadap perkembangan sosial dan emosional peserta didik. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,62 menunjukkan bahwa sekitar 62 persen perkembangan sosio-emosional siswa dapat dijelaskan oleh motivasi belajar dan pola asuh orang tua, sedangkan 38 persen sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.
Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah. Dukungan keluarga melalui pola asuh yang tepat serta kemampuan sekolah dalam menumbuhkan motivasi belajar menjadi faktor penting dalam membentuk karakter, kemampuan berinteraksi, rasa percaya diri, serta pengendalian emosi anak.
Melalui penelitian ini, Maulana Irfan Rahmanto berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi sekolah, guru, dan orang tua untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam mendukung perkembangan peserta didik. Dengan motivasi belajar yang terpelihara dan pola pengasuhan yang positif, anak diharapkan mampu berkembang menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan emosional.(ed.adm_kuikimmi)
Sumber: repositori UNIMMA

