Sistem Prediksi Panen Padi Bantu Petani Hitung Modal Lebih Akurat
27 July 2026

Admin KUI-KIMMI

MAGELANG, Juli – Ketidakpastian hasil panen masih menjadi tantangan utama yang dihadapi petani padi. Fluktuasi produksi serta sulitnya mengatakan kebutuhan modal sering kali membuat biaya tanam membengkak dan hasil panen tidak sesuai harapan. Berangkat dari permasalahan tersebut, Benny Bora Eka Fravasta , mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang, mengembangkan sebuah sistem prediksi yang mampu membantu petani mencerminkan kebutuhan modal sekaligus hasil panen padi secara lebih terukur.

Penelitian yang dilakukan di Desa Butuh, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang ini mengangkat tema pengembangan sistem prediksi berdasarkan metode Least Square , yakni metode statistik yang digunakan untuk membaca tren berdasarkan data historis. Sistem tersebut dirancang agar petani maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dapat menghitung estimasi modal dan hasil panen menggunakan data panen sebelumnya, sekaligus menyimpan seluruh riwayat transaksi dalam basis data digital.

Menurut Benny, tujuan utama penelitian ini bukan sekadar menghasilkan angka prediksi, tetapi juga menghadirkan sistem pencatatan yang lebih cepat dibandingkan metode manual. Selama ini, sebagian besar petani masih mengandalkan pembukuan sederhana sehingga evaluasi biaya produksi dan pendapatan setiap musim tanam belum dilakukan secara optimal. Dengan sistem yang dirancang, petani dapat mengetahui perkiraan modal yang diperlukan untuk mencapai target panen tertentu, sekaligus menggabungkan pemasukan dan pengeluaran secara terkomputerisasi.

Sistem yang dikembangkan memanfaatkan data hasil panen, luas lahan, dan modal sebagai dasar perhitungan. Selain menghasilkan panen prediksi, aplikasi juga menyediakan fitur pengelolaan data, laporan berkala, hingga penyimpanan riwayat prediksi yang dapat diakses oleh admin maupun ketua Gapoktan. Pengembangan sistem dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung dengan petani di lokasi penelitian sehingga rancangan aplikasi disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi berhasil dibangun dan mampu menjalankan seluruh fungsi sesuai rencana. Pengujian menggunakan metode black box pengujian menampilkan seluruh fitur bekerja dengan baik, sementara pengujian beta memperoleh tingkat kelayakan sebesar 92 persen , yang masuk kategori sangat layak . Temuan ini menunjukkan sistem dinilai mudah digunakan oleh petani maupun pengurus Gapoktan dalam mengelola data dan melakukan prediksi hasil panen.

Meski begitu, Benny mencatat masih terdapat ruang pengembangan. Sistem belum terintegrasi dengan harga jual gabah secara real time sehingga hasil prediksi belum mempertimbangkan perubahan harga pasar. Ke depan, integrasi data harga dan penyempurnaan fitur pelaporan diharapkan dapat meningkatkan akurasi sekaligus memperluas sistem manfaat bagi sektor pertanian.

Melalui penelitian ini, Benny Bora Eka Fravasta menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya mendukung digitalisasi administrasi pertanian, tetapi juga menjadi alat bantu pengambilan keputusan bagi petani dalam merencanakan kebutuhan modal dan memperkirakan hasil panen secara lebih efektif.(ed.adm_kuikimmi)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance