Menggugah Rasa Ingin Tahu Siswa: Penelitian Mega Dwi Purnawati tentang Discovery Learning di SDN Kalisari 2 Tempuran
25 August 2025

mimin

Magelang, 25 Ahustus 2025-Di tengah dinamika pendidikan dasar yang masih didominasi metode ceramah, seorang peneliti muda dari Universitas Muhammadiyah Magelang, Mega Dwi Purnawati, hadir membawa semangat baru. Melalui skripsinya yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Discovery Learning pada Siswa Kelas IV SDN Kalisari 2 Tempuran Kabupaten Magelang”, ia berusaha menjawab tantangan rendahnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan pendekatan pembelajaran yang lebih partisipatif.

Berangkat dari fakta di lapangan, Mega menemukan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas IV di SDN Kalisari 2 masih berada di bawah harapan. Nilai rata-rata belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah, yaitu 75. Metode pembelajaran yang digunakan guru cenderung konvensional lebih banyak ceramah sehingga membuat siswa pasif, mudah jenuh, dan kurang terlibat dalam proses belajar. Dari sinilah lahir gagasan untuk menguji efektivitas model Discovery Learning sebagai alternatif solusi.

Discovery Learning, menurut Mega, adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai penemu pengetahuan. Siswa diajak untuk mengamati, bertanya, mengumpulkan data, hingga menyimpulkan konsep sendiri, sementara guru berperan sebagai fasilitator. Dengan cara ini, proses belajar menjadi lebih bermakna karena siswa tidak sekadar menerima materi, tetapi terlibat langsung dalam membangun pemahaman.

Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) selama dua siklus. Subjeknya adalah 20 siswa kelas IV SDN Kalisari 2 Tempuran pada tahun ajaran 2021/2022. Mega mengamati jalannya pembelajaran melalui tes dan observasi, untuk kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase ketuntasan belajar.

Hasil penelitian ini berbicara banyak. Pada pra-siklus, hanya 38% siswa yang mampu mencapai KKM. Setelah penerapan Discovery Learning di siklus I, angka itu meningkat menjadi 57%. Puncaknya, pada siklus II, capaian ketuntasan belajar melonjak drastis hingga 90% siswa berhasil mencapai nilai minimal 75. Tidak hanya itu, suasana kelas juga berubah. Siswa terlihat lebih aktif, antusias berdiskusi, berani mengemukakan pendapat, bahkan menikmati proses pembelajaran yang sebelumnya dianggap membosankan.

Temuan ini menegaskan bahwa Discovery Learning mampu meningkatkan hasil belajar IPA secara signifikan. Lebih dari sekadar pencapaian akademis, metode ini juga mendorong siswa berpikir kritis, berlatih memecahkan masalah, dan bekerja sama dalam kelompok. Mega menekankan bahwa keberhasilan ini menunjukkan perlunya perubahan paradigma: guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu, melainkan fasilitator yang mendampingi perjalanan pengetahuan siswa.

Tujuan penelitian ini tidak berhenti pada pembuktian angka. Mega ingin mengajak para guru, khususnya di sekolah dasar, agar lebih berani menggunakan metode inovatif. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas lahir dari keberanian mencoba hal baru yang berpihak pada siswa. Discovery Learning hanyalah salah satu contoh, tetapi keberhasilannya membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari ruang kelas sederhana di pelosok Magelang.

Dalam kesimpulannya, Mega menegaskan bahwa model pembelajaran Discovery Learning efektif meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN Kalisari 2 Tempuran. Penelitian ini tidak hanya memberi manfaat teoritis sebagai pengayaan dalam bidang pendidikan, tetapi juga manfaat praktis bagi guru untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, serta bagi siswa yang kini bisa belajar dengan lebih menyenangkan dan bermakna.

Lebih jauh, penelitian ini menjadi cermin bagi dunia pendidikan bahwa tantangan rendahnya hasil belajar bukanlah hambatan permanen. Dengan kreativitas, komitmen, dan metode yang tepat, siswa dapat dibimbing menemukan semangat belajar mereka sendiri. Mega Dwi Purnawati berhasil menunjukkan bahwa inovasi sejati dalam pendidikan bukan selalu soal teknologi tinggi, melainkan keberanian menata ulang cara kita mendidik generasi muda. (ed. Shofak)

Sumber: Repositori UNIMMA 

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance