Anak Jalanan Magelang: Menyingkap Faktor Kriminogen dan Tantangan Penanganan
25 August 2025

mimin

Magelang, 25 Agustus 2025-Fenomena anak jalanan bukan lagi pemandangan asing di berbagai kota, termasuk Magelang. Mereka hadir di persimpangan lampu merah, pasar, hingga ruang-ruang publik lain. Namun, di balik keberadaan mereka, tersimpan persoalan yang lebih kompleks daripada sekadar keterbatasan ekonomi. Hal inilah yang diteliti oleh Muchamad Darmawan Ikhsan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang, dalam penelitiannya berjudul “Faktor Kriminogen Keberadaan Anak Jalanan di Magelang”.

Penelitian ini berangkat dari pertanyaan besar: apa yang membuat anak-anak harus turun ke jalan? Dan bagaimana pemerintah berupaya menangani mereka? Dengan dua tujuan utama, penelitian ini mencoba mengetahui faktor kriminogen keberadaan anak jalanan di Magelang serta mengidentifikasi upaya dan kendala pemerintah dalam menangani fenomena ini.

Menggunakan pendekatan kualitatif yuridis-sosiologis, Muchamad Darmawan Ikhsan menggali data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Ia berbicara langsung dengan anak jalanan, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak terkait untuk memotret realitas sosial yang terjadi di lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah faktor kriminogen yang melatarbelakangi keberadaan anak jalanan. Pertama, faktor ekonomi yang mendorong anak mencari nafkah dengan mengamen, mengemis, atau bekerja serabutan di jalanan. Kedua, faktor keluarga, seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, atau lemahnya pengawasan orang tua. Ketiga, faktor lingkungan sosial, yang membentuk perilaku menyimpang akibat pengaruh kelompok sebaya di jalanan. Kondisi ini membuat anak jalanan rentan melakukan tindak kriminal ringan, mulai dari pencurian kecil hingga perkelahian.

Penelitian ini juga menyoroti peran pemerintah. Ada upaya yang dilakukan, mulai dari penertiban, pembinaan, hingga pemberian pelatihan keterampilan di balai rehabilitasi sosial. Pemerintah Kota Magelang juga bekerja sama dengan lembaga sosial dan relawan dalam rangka mengurangi jumlah anak jalanan. Namun, menurut temuan penelitian, upaya tersebut masih menemui banyak kendala.

Beberapa kendala utama antara lain: keterbatasan anggaran, kurangnya tenaga pendamping yang benar-benar kompeten, serta rendahnya kesadaran keluarga untuk mendukung anak-anak mereka keluar dari kehidupan jalanan. Selain itu, faktor lingkungan yang masih memberi peluang bagi anak untuk kembali ke jalanan menjadikan program pembinaan sering kali tidak berkelanjutan. Anak yang sudah ditertibkan bisa kembali turun ke jalan karena tekanan ekonomi atau kebebasan yang ditawarkan lingkungan jalanan.

Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberadaan anak jalanan di Magelang dipengaruhi oleh faktor kriminogen yang kompleks, dan upaya pemerintah dalam penanganannya masih menghadapi banyak tantangan. Oleh sebab itu, solusi yang ditawarkan tidak bisa hanya berupa penertiban semata, melainkan harus komprehensif—melibatkan penguatan ekonomi keluarga, rehabilitasi sosial yang konsisten, pendidikan alternatif, serta sinergi dengan masyarakat.

Lebih jauh, Muchamad Darmawan Ikhsan menekankan bahwa anak jalanan tidak boleh semata dipandang sebagai “masalah keamanan kota”. Mereka adalah korban dari kondisi sosial-ekonomi yang tidak berpihak. Oleh karena itu, pendekatan humanis yang mengedepankan hak anak perlu menjadi prioritas.

Penelitian ini menyumbang pemahaman penting bagi masyarakat dan pemerintah bahwa anak jalanan adalah potret nyata dari rapuhnya sistem sosial. Membiarkan mereka hidup di jalanan sama saja dengan membiarkan generasi penerus kehilangan masa depan. Dengan memahami faktor kriminogen dan kendala penanganannya, diharapkan akan lahir kebijakan yang lebih bijak, berpihak, dan solutif.

Melalui riset ini, Muchamad Darmawan Ikhsan mengajak semua pihak untuk lebih peduli: bahwa di balik hingar-bingar kota, ada anak-anak yang berjuang sendiri di jalan. Dan masa depan mereka sesungguhnya adalah tanggung jawab kita bersama. (ed. Shofak)

Sumber: Repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance