Magelang – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sigit Suryo Handono, mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Salatiga, mengungkap sejumlah kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini berfokus pada siswa kelas V SDIT Alam Al-Hikmah, Dukun, Magelang.
Dalam karya ilmiahnya, Sigit menegaskan bahwa pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter, sikap, serta kepribadian peserta didik. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI belum sepenuhnya stabil dan sering kali menurun karena berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
Tujuan Penelitian
Sigit menyampaikan bahwa tujuan utama penelitiannya adalah untuk mengetahui sejauh mana minat belajar siswa kelas V terhadap mata pelajaran PAI dan mengidentifikasi kendala yang dialami guru dalam membangkitkan minat tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menggali strategi dan metode pembelajaran yang digunakan guru guna menjaga semangat belajar siswa.
Metode dan Pendekatan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari guru PAI, kepala sekolah, serta siswa kelas V SDIT Alam Al-Hikmah.
Pendekatan kualitatif ini memungkinkan peneliti untuk memahami realitas pembelajaran secara langsung, termasuk dinamika kelas, respon siswa, serta upaya guru dalam mengelola proses belajar mengajar.
Hasil Penelitian
Sigit menemukan bahwa minat belajar siswa kelas V terhadap mata pelajaran PAI tergolong cukup baik. Hal ini terlihat dari keterlibatan mereka dalam kegiatan belajar, perhatian saat guru menerangkan, serta kesediaan dalam mengikuti tugas yang diberikan. Namun, minat tersebut masih berfluktuasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Adapun kendala utama yang dihadapi guru PAI dalam meningkatkan minat belajar siswa antara lain:
-
Faktor internal siswa, seperti rasa malas, kurang percaya diri, dan perhatian yang mudah teralihkan.
-
Faktor eksternal, misalnya pengaruh lingkungan, kurangnya dukungan dari orang tua, hingga fasilitas belajar yang terbatas.
-
Variasi metode pembelajaran, di mana guru terkadang kesulitan menemukan pendekatan yang sesuai dengan karakter siswa.
Strategi Guru
Meski menghadapi sejumlah hambatan, guru PAI di SDIT Alam Al-Hikmah telah berupaya menggunakan berbagai metode kreatif untuk menarik perhatian siswa. Beberapa strategi yang ditemukan antara lain:
-
Menggunakan media pembelajaran sederhana agar materi lebih mudah dipahami.
-
Memberikan motivasi dan nasihat yang mengaitkan pelajaran agama dengan kehidupan sehari-hari.
-
Menciptakan suasana kelas yang interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa tidak merasa bosan.
-
Melibatkan siswa secara aktif melalui diskusi maupun praktik ibadah.
Upaya-upaya ini terbukti membantu menjaga minat belajar siswa meskipun belum sepenuhnya menghilangkan kendala yang ada.
Relevansi Penelitian
Penelitian yang dilakukan Sigit Suryo Handono memberikan gambaran nyata tentang tantangan pendidikan agama di tingkat dasar, khususnya di sekolah berbasis Islam terpadu. Temuan ini penting tidak hanya bagi guru PAI, tetapi juga bagi pihak sekolah dan orang tua untuk lebih memahami bagaimana menumbuhkan minat belajar anak.
Dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua, penelitian ini membuka ruang diskusi lebih luas tentang perlunya inovasi pembelajaran agama di sekolah dasar.
Penutup
Melalui penelitiannya, Sigit menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan agama tidak hanya ditentukan oleh materi yang diajarkan, melainkan juga bagaimana guru mampu menghadirkan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menjadi refleksi sekaligus dorongan agar proses pembelajaran PAI semakin relevan, menarik, dan menyenangkan bagi generasi muda.(ed.fatikakh)
Sumber : repositori UNIMMA

