Kompetensi Perawat Jadi Penentu Kepuasan Pasien: Temuan Penting dari Penelitian Farah Hanifah
25 August 2025

mimin

Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, sebuah penelitian menarik dilakukan oleh Farah Hanifah (2019) yang mengkaji hubungan antara kompetensi perawat dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Hasil riset ini memberikan gambaran penting bahwa kualitas sumber daya manusia, khususnya perawat, sangat berperan dalam menentukan pengalaman pasien selama menjalani perawatan.

Latar Belakang Penelitian

Farah menjelaskan bahwa rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tidak hanya dituntut memberikan pelayanan medis, tetapi juga pelayanan keperawatan yang bermutu. Pasien yang dirawat inap berinteraksi intensif dengan perawat sehingga kualitas kompetensi perawat berkontribusi besar terhadap kepuasan pasien.

Kompetensi yang dimaksud meliputi keterampilan teknis, komunikasi, sikap profesional, hingga kemampuan memberi rasa nyaman. “Pasien menilai mutu layanan kesehatan bukan hanya dari kecepatan dokter memberikan diagnosis, tetapi juga bagaimana perawat mendampingi, merawat, dan memberi rasa aman selama dirawat,” tulis Farah dalam penelitiannya.

Tujuan dan Metode

Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui hubungan kompetensi perawat dengan kepuasan pasien rawat inap. Dengan menggunakan metode kuantitatif analitik cross sectional, Farah mengumpulkan data melalui kuesioner kepada 88 responden pasien rawat inap.

Data dianalisis dengan uji statistik Chi-Square untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel kompetensi perawat dengan kepuasan pasien. Pendekatan ini dipilih agar hasil penelitian dapat memberi gambaran empiris yang kuat tentang bagaimana kualitas perawat memengaruhi tingkat kepuasan pasien.

Hasil Penelitian

Dari 88 responden, sebagian besar pasien menilai kompetensi perawat berada pada kategori baik. Pasien yang puas dengan layanan perawat juga cukup tinggi.

Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (lebih kecil dari α = 0,05). Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi perawat dengan kepuasan pasien rawat inap. Dengan kata lain, semakin baik kompetensi perawat, semakin tinggi pula kepuasan pasien.

Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa aspek komunikasi dan empati perawat sering kali menjadi faktor penentu utama. Pasien merasa lebih puas ketika perawat mampu menjelaskan prosedur perawatan dengan jelas, bersikap ramah, serta cepat tanggap terhadap kebutuhan pasien.

Implikasi Penelitian

Farah menekankan bahwa temuan ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi manajemen rumah sakit. Peningkatan kualitas pelayanan keperawatan bukan hanya soal fasilitas medis, tetapi juga investasi pada peningkatan kompetensi perawat.

Pelatihan rutin, evaluasi kinerja, serta pembinaan sikap profesional menjadi strategi yang penting untuk menjaga kualitas layanan. “Jika kompetensi perawat meningkat, maka kepercayaan pasien terhadap rumah sakit juga ikut naik,” jelas Farah.

Kesimpulan

Penelitian Farah Hanifah menegaskan adanya hubungan signifikan antara kompetensi perawat dengan kepuasan pasien rawat inap. Dengan kata lain, kualitas perawat adalah kunci utama dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Temuan ini tidak hanya relevan untuk RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, tetapi juga menjadi cermin bagi rumah sakit lain di Indonesia. Dalam era pelayanan kesehatan yang semakin kompetitif, kepuasan pasien adalah indikator penting yang menentukan citra dan keberlanjutan rumah sakit.

Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian ini, peningkatan kompetensi perawat bukan sekadar kebutuhan internal, melainkan investasi strategis untuk masa depan pelayanan kesehatan.(ed.fatikakh)

Sumber : repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance