Menggali Nilai Keimanan dalam Kitab Maulid Diba’: Penelitian Hasna Zahuna
25 August 2025

mimin

Magelang 25 Agustus 2025 – Seorang peneliti muda, Hasna Zahuna, menghadirkan sebuah kajian menarik yang menyingkap nilai-nilai pendidikan keimanan dalam Kitab Maulid Diba’, salah satu karya sastra Islam yang telah lama digunakan umat Muslim sebagai bentuk ekspresi cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini lahir dari keprihatinan terhadap berkurangnya pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, tentang esensi cinta kepada Nabi, yang seharusnya menjadi pintu masuk bagi penguatan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Hasna Zahuna dalam penelitiannya menguraikan bahwa tujuan utama dari kajiannya adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai pendidikan keimanan yang terkandung dalam Kitab Maulid Diba’. Menurutnya, kitab ini bukan sekadar bacaan seremonial dalam tradisi keagamaan, melainkan juga sarana pembelajaran yang menyentuh aspek spiritualitas, moralitas, hingga praktik kehidupan beragama. Dengan kata lain, Maulid Diba’ mampu menjadi media pembentukan iman yang mendalam apabila dipahami secara utuh.

Dalam penelitian yang dilakukannya, Hasna Zahuna menyoroti metode mahabah atau cinta sebagai pintu masuk keimanan. Mahabbah kepada Rasulullah, kata Hasna, bukan sekadar ungkapan perasaan, tetapi merupakan refleksi dari keteladanan hidup Nabi yang perlu diteladani umat. Dari sinilah muncul gagasan bahwa pendidikan iman tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga afektif dan aplikatif. Dengan mencintai Nabi, umat akan lebih terdorong meneladani akhlaknya, melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya.

Hasil penelitian Hasna menemukan setidaknya enam nilai utama pendidikan keimanan yang termuat dalam Kitab Maulid Diba’. Pertama, iman kepada Allah SWT, yang digambarkan melalui syair pujian akan kebesaran-Nya. Kedua, iman kepada malaikat, yang hadir dalam kisah penyampaian wahyu kepada Nabi Muhammad. Ketiga, iman kepada kitab-kitab Allah, yang dijelaskan melalui penegasan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk utama umat. Keempat, iman kepada para rasul, dengan fokus pada Rasulullah sebagai teladan utama. Kelima, iman kepada hari akhir, yang tergambar dalam pesan tentang kesadaran akhirat. Dan keenam, iman kepada qadha dan qadar, yang mengajarkan kepasrahan dan keyakinan pada ketentuan Allah.

Menariknya, penelitian ini juga menyingkap bagaimana nilai-nilai tersebut bukan hanya sebatas konsep, melainkan dipraktikkan melalui tradisi keagamaan masyarakat. Misalnya, pembacaan Maulid Diba’ dalam berbagai acara keagamaan bukan hanya ritual, melainkan juga sarana transmisi nilai iman kepada generasi berikutnya. Dengan lantunan syair dan kisah tentang Nabi, jamaah secara tidak langsung menginternalisasi rasa cinta, penghormatan, dan teladan kepada Rasulullah.

Hasna Zahuna menyimpulkan bahwa pendidikan keimanan melalui Maulid Diba’ bersifat menyeluruh, meliputi aspek kepercayaan, sikap, hingga perilaku nyata. Kitab ini bukan hanya mengajarkan tentang apa yang harus diyakini, tetapi juga bagaimana iman itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, sikap sabar, ikhlas, dan cinta sesama manusia yang ditampilkan Nabi menjadi pelajaran praktis yang dapat diamalkan umat.

Penelitian ini menjadi penting di tengah arus modernisasi yang sering kali mengikis nilai spiritualitas dalam kehidupan masyarakat. Menurut Hasna, menghadirkan kembali nilai-nilai pendidikan keimanan dari teks klasik seperti Maulid Diba’ merupakan langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari krisis moral dan spiritual. “Cinta kepada Nabi adalah fondasi yang akan membawa umat semakin dekat kepada Allah,” tegasnya.

Dengan hasil penelitian ini, Hasna Zahuna berharap agar masyarakat, khususnya para pendidik dan pemuka agama, lebih memaksimalkan penggunaan Kitab Maulid Diba’ sebagai media pembelajaran iman. Tidak hanya dibacakan dalam acara tertentu, tetapi juga dipahami, diajarkan, dan diamalkan secara mendalam.

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa warisan intelektual dan spiritual Islam klasik masih sangat relevan untuk membimbing umat di era modern. Melalui mahabbah kepada Rasulullah dalam Kitab Maulid Diba’, umat dapat menumbuhkan keimanan yang kokoh sekaligus membentuk karakter yang berakhlak mulia. (ed : noviyanti)

sumber : repository UNIMMA 

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance