Implementasi SMK3 di PT Indonesia Power Mrica: Penelitian Fadzan Fahrurrosak
25 August 2025

mimin

Magelang 25 Agustus 2025 – Upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terus menjadi perhatian utama di lingkungan industri, termasuk di sektor energi. Hal ini terlihat dari penelitian yang dilakukan oleh Fadzan Fahrurrosak pada tahun 2021 mengenai implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica.

Dalam penelitian yang berjudul “Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Mrica”, Fadzan menegaskan pentingnya penerapan sistem K3 yang tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga sebagai strategi perusahaan dalam meminimalisasi risiko kerja, meningkatkan efisiensi, dan menjaga keberlangsungan operasional.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi SMK3 di PT Indonesia Power Mrica berjalan, faktor apa saja yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya, serta bagaimana pengaruhnya terhadap budaya kerja dan keselamatan pekerja. Dengan kata lain, Fadzan ingin menggambarkan kondisi nyata implementasi K3 di salah satu perusahaan pembangkit listrik terbesar di Indonesia.

Metode Penelitian

Fadzan menggunakan pendekatan deskriptif dengan kombinasi data primer dan sekunder. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan karyawan dan pihak manajemen, serta analisis dokumen perusahaan. Dengan metode ini, peneliti berupaya menghadirkan gambaran menyeluruh tentang kondisi SMK3 yang berjalan di lapangan.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SMK3 di PT Indonesia Power Mrica secara umum berjalan baik. Perusahaan telah memiliki kebijakan K3 yang jelas, struktur organisasi yang mendukung, serta prosedur kerja yang sesuai dengan standar. Beberapa temuan menarik dari penelitian ini antara lain:

  1. Komitmen Manajemen
    Manajemen PT Indonesia Power Mrica dinilai cukup konsisten dalam mendukung penerapan SMK3. Hal ini terlihat dari adanya program pelatihan rutin, penyediaan alat pelindung diri (APD), serta audit internal terkait K3.

  2. Budaya Keselamatan
    Budaya kerja yang mengutamakan keselamatan mulai terbentuk di kalangan karyawan. Fadzan mencatat adanya peningkatan kepatuhan terhadap prosedur kerja serta kesadaran pekerja dalam melaporkan potensi bahaya.

  3. Kendala Implementasi
    Meskipun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah kendala, seperti kurangnya sumber daya manusia yang benar-benar ahli di bidang K3, keterbatasan dana untuk beberapa program pengembangan, serta masih adanya sebagian pekerja yang abai terhadap aturan keselamatan.

  4. Faktor Pendukung
    Keberhasilan implementasi SMK3 ditopang oleh beberapa faktor penting, antara lain dukungan penuh manajemen, tersedianya peraturan pemerintah yang jelas sebagai acuan, serta adanya kerjasama antar departemen di lingkungan perusahaan.

Kesimpulan

Fadzan menyimpulkan bahwa PT Indonesia Power Mrica telah menerapkan SMK3 dengan baik meski belum sepenuhnya optimal. Upaya peningkatan masih perlu dilakukan, terutama dalam aspek sumber daya manusia dan pengawasan yang lebih ketat di lapangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan SMK3 bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga membangun budaya keselamatan yang kuat di kalangan seluruh pekerja.

Signifikansi Penelitian

Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi dunia industri, khususnya sektor energi, dengan menunjukkan bahwa penerapan SMK3 yang konsisten mampu menekan angka kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga reputasi perusahaan. Bagi perusahaan lain, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan praktis dalam mengembangkan sistem K3 yang efektif. (ed : noviyanti)

sumber : repository UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance