Magelang, 01 September 2025 – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sejak lama dikenal sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Di Kabupaten Magelang, jumlah UMKM terus bertambah dari tahun ke tahun, menunjukkan geliat wirausaha yang tak pernah surut. Namun, di balik semangat itu terselip persoalan klasik: pengelolaan keuangan yang belum optimal. Fakta inilah yang mendorong Siti Elvas Rasmiyati, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang, untuk meneliti lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pengelolaan keuangan para pelaku UMKM.
Latar Belakang
Siti melihat fenomena meningkatnya jumlah UMKM tidak selalu diikuti dengan kemampuan manajemen usaha yang baik. Banyak pelaku usaha masih kesulitan mengatur arus kas, mencatat keuangan secara rapi, atau memisahkan uang pribadi dengan modal usaha. Padahal, kesalahan pengelolaan keuangan sering kali berujung pada terhambatnya perkembangan usaha, bahkan kebangkrutan.
Menurutnya, ada tiga faktor penting yang patut diperhatikan: literasi keuangan, sikap keuangan, dan faktor demografi. Ketiga aspek ini diduga sangat memengaruhi cara pelaku UMKM dalam merencanakan, mengendalikan, hingga mengambil keputusan finansial.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan, sikap keuangan, dan faktor demografi terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada UMKM di Kabupaten Magelang. Pertanyaan utama yang ingin dijawab adalah apakah ketiga faktor tersebut benar-benar berperan dalam membentuk perilaku finansial yang sehat di kalangan wirausaha kecil.
Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan regresi linier berganda. Sampel penelitian melibatkan seluruh anggota paguyuban Embico (Magelang Business Community) yang berjumlah 136 UMKM, bergerak di bidang kuliner, olahan makanan, fashion, craft, hingga multiproduk. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara langsung maupun online. Variabel yang diuji mencakup literasi keuangan, sikap keuangan, faktor demografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, status pernikahan, dan jenis usaha), serta perilaku pengelolaan keuangan.
Hasil Penelitian
Hasil analisis statistik menunjukkan beberapa temuan penting:
-
Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Pelaku UMKM yang memahami dasar-dasar keuangan, seperti pencatatan, tabungan, dan investasi, terbukti lebih mampu mengelola usaha dengan baik.
-
Sikap keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan. Mereka yang memiliki sikap rasional, disiplin, dan bijak dalam menggunakan uang, lebih terarah dalam mengambil keputusan bisnis.
-
Faktor demografi tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Artinya, usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, status pernikahan, maupun pendapatan, tidak menjadi penentu utama dalam cara seseorang mengelola keuangan usahanya.
Pembahasan
Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan bukan semata ditentukan oleh latar belakang sosial atau ekonomi, melainkan oleh tingkat literasi dan sikap yang dimiliki individu. Bahkan, seorang wirausaha muda dengan pendapatan terbatas bisa saja lebih piawai mengatur keuangan dibanding mereka yang berpenghasilan besar namun kurang literasi.
Penelitian ini juga menyoroti dominasi perempuan dalam UMKM Magelang. Dari 136 responden, 68 persen adalah perempuan, sebagian besar berusia produktif 17–25 tahun. Fakta ini menunjukkan peran penting perempuan sebagai motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus daerah.
Implikasi
Secara teoritis, penelitian Siti Elvas memperkuat konsep Theory of Planned Behavior, yang menyatakan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi niat dan faktor internal seperti sikap serta pengetahuan. Secara praktis, hasil penelitian ini menjadi masukan berharga bagi pemerintah daerah, lembaga keuangan, maupun komunitas UMKM untuk meningkatkan literasi dan sikap keuangan pelaku usaha melalui pelatihan, pendampingan, serta akses informasi yang lebih luas.
Program pemberdayaan sebaiknya tidak hanya fokus pada bantuan modal, tetapi juga edukasi pengelolaan keuangan. Dengan literasi yang baik, modal sekecil apa pun bisa dimanfaatkan secara optimal.
Kesimpulan
Skripsi karya Siti Elvas Rasmiyati menyimpulkan bahwa literasi keuangan dan sikap keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan UMKM di Kabupaten Magelang, sementara faktor demografi tidak menunjukkan pengaruh berarti.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa kunci keberhasilan UMKM bukan hanya soal berani berusaha, tetapi juga kemampuan mengelola uang dengan cerdas. Di tengah ketatnya persaingan bisnis, pengelolaan keuangan yang baik bisa menjadi penentu apakah sebuah usaha mampu bertahan dan berkembang, atau justru terhenti di tengah jalan. (ed-AIS)
Sumber: repository UNIMMA

