Pijat Akupresur Bantu Redakan Mual pada Ibu Hamil, Penelitian Reni Maynitasari Buktikan Manfaatnya
1 September 2025

novi

Magelang 1September 2025 – Masa awal kehamilan sering dianggap momen penuh kebahagiaan. Namun, di balik itu, tidak sedikit ibu hamil yang harus bergulat dengan rasa tidak nyaman berupa mual dan muntah. Kondisi yang dikenal dengan istilah nausea ini memang umum terjadi pada trimester pertama, tetapi bisa berdampak serius bila tidak segera ditangani.

Fenomena inilah yang menggerakkan Reni Maynitasari, mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, untuk melakukan penelitian bertajuk “Penerapan Pijat Akupresur (Titik Pericardium 6) pada Ny. A Trimester I dengan Nausea”. Penelitian ini bukan hanya menyuguhkan wawasan akademis, tetapi juga menghadirkan solusi praktis yang aman dan alami bagi ibu hamil.

Tema dan Latar Belakang Penelitian

Menurut Reni, keluhan mual muntah pada ibu hamil trimester pertama dialami oleh 60–80 persen primigravida (kehamilan pertama) dan 40–60 persen multigravida. Penyebabnya beragam, mulai dari peningkatan hormon estrogen, progesteron, hingga hormon HCG dari plasenta. Bila tidak ditangani, gejala ini bisa berkembang menjadi hiperemesis gravidarum, yang berisiko menyebabkan dehidrasi, kekurangan gizi, bahkan membahayakan ibu dan janin.

Reni menekankan bahwa penanganan mual tidak harus selalu bergantung pada obat-obatan. Ada alternatif non-farmakologis yang lebih ramah tubuh, salah satunya terapi akupresur. Metode ini sudah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok, dengan prinsip memberikan tekanan pada titik-titik tertentu tubuh untuk memulihkan keseimbangan energi.

Titik yang dipilih dalam penelitian Reni adalah Pericardium 6 atau dikenal sebagai Nei Guan, terletak sekitar tiga jari dari pergelangan tangan bagian dalam. Titik ini dipercaya efektif meredakan rasa mual.

Tujuan Penelitian

Secara umum, penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan pijat akupresur pada ibu hamil trimester pertama yang mengalami nausea. Reni menyusun tujuan khusus yang lebih rinci, mulai dari pengkajian kondisi pasien, perumusan diagnosis, perencanaan tindakan keperawatan, hingga implementasi pijat akupresur dan evaluasi hasilnya.

Dengan begitu, penelitian ini tidak hanya bersifat uji coba terapi, tetapi juga menyeluruh sebagai bentuk asuhan keperawatan yang terintegrasi.

Metode yang Digunakan

Studi kasus dilakukan pada seorang ibu muda berusia 21 tahun, yang sedang hamil delapan minggu dan mengalami mual muntah dengan skor Rhodes 15 (kategori sedang). Selama enam hari berturut-turut, pasien menerima pijat akupresur di titik Pericardium 6.

Teknik pijatan dilakukan dengan menekan menggunakan ibu jari, berlawanan arah jarum jam sebanyak 50 kali atau sekitar 2–3 menit. Pemijatan ini diulang setiap hari dengan pemantauan ketat terhadap kondisi pasien.

Hasil Penelitian

Hasilnya cukup meyakinkan. Seiring penerapan terapi, frekuensi mual pasien berangsur menurun. Bila pada hari pertama pasien masih merasakan mual hingga sembilan kali dalam sehari, pada hari keenam jumlahnya tinggal empat kali.

Lebih jauh, skor Rhodes yang awalnya 15, terus menurun setiap hari hingga mencapai skor 5 pada akhir intervensi. Penurunan ini menunjukkan bahwa mual muntah yang semula tergolong sedang berhasil ditekan hingga kategori ringan. Selain itu, pasien mengaku merasa lebih segar, nafsu makan meningkat, dan tubuh tidak lagi selemah sebelumnya.

Reni menyimpulkan, pijat akupresur pada titik Pericardium 6 efektif mengurangi nausea pada ibu hamil trimester pertama. Hasil ini sekaligus memperkuat penelitian sebelumnya yang menyebut terapi akupresur aman, praktis, dan tanpa efek samping.

Manfaat Lebih Luas

Temuan ini tidak hanya penting bagi pasien, tetapi juga bagi dunia keperawatan. Reni menilai, teknik akupresur bisa dijadikan alternatif terapi dalam pelayanan kesehatan, terutama oleh tenaga perawat dan bidan. Selain menambah wawasan profesi, metode ini juga dapat diterapkan masyarakat secara mandiri sebagai upaya menjaga kenyamanan selama kehamilan.

Bagi institusi pendidikan, penelitian ini memberi sumbangan ilmiah mengenai integrasi terapi komplementer dengan ilmu keperawatan modern. Sedangkan bagi masyarakat, pijat akupresur bisa menjadi pengetahuan praktis yang bermanfaat, tanpa harus bergantung penuh pada obat-obatan.

Penutup

Penelitian Reni Maynitasari membuktikan bahwa solusi sederhana bisa berdampak besar. Dengan pijatan ringan pada titik tertentu, rasa mual yang mengganggu ibu hamil dapat ditekan. Pada akhirnya, hasil ini menjadi pengingat bahwa ilmu keperawatan tak hanya berfokus pada pengobatan medis, melainkan juga pada upaya humanis untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan cara yang lebih alami. (ed : noviyanti)

sumber : repository UNIMMA