Membaca Nilai Pendidikan Islam dalam Karya Sastra: Jejak Buya Hamka di “Setangkai Pena di Taman Pujangga”
2 September 2025

Istiarni Atin

Magelang, 02 September 2025 – Perkembangan zaman modern membawa dampak ganda bagi kehidupan manusia. Di satu sisi, ilmu pengetahuan dan teknologi memberi kemudahan, namun di sisi lain melahirkan krisis moral, spiritual, hingga dehumanisasi. Fenomena seperti maraknya perilaku pamer di media sosial di tengah bencana menjadi contoh nyata hilangnya empati dan kepekaan nurani.

Dalam konteks itu, pendidikan Islam hadir sebagai jalan menanamkan nilai-nilai akidah, ibadah, dan akhlak yang mampu membentengi umat. Rochayati Rochima, mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, mencoba menggali nilai-nilai tersebut melalui karya sastra. Ia memilih novel Setangkai Pena di Taman Pujangga karya Akmal Nasery Basral, sebuah novel sejarah yang mengisahkan perjalanan hidup ulama kharismatik Buya Hamka.

Tujuan dan Metode

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam novel. Rochima menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data diperoleh dari teks novel, yang kemudian dikaji berdasarkan tiga kategori utama: nilai akidah, nilai akhlak, dan nilai ibadah.

Hasil Penelitian

Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Setangkai Pena di Taman Pujangga sarat dengan ajaran Islam yang relevan untuk pendidikan karakter generasi muda.

  1. Nilai Akidah
    Novel menekankan pentingnya iman kepada Allah dengan memahami asmaul husna dan sifat-sifat-Nya. Selain itu, tokoh-tokoh di dalamnya digambarkan memiliki keyakinan kuat terhadap takdir Allah. Kesabaran, keridaan, dan optimisme terhadap qada dan qadar menjadi sikap utama yang diwariskan Hamka sejak kecil.

  2. Nilai Akhlak
    Nilai akhlak dalam novel terbagi dalam beberapa aspek:

    • Akhlak kepada Allah, berupa sikap takwa, ikhlas, dan syukur.

    • Akhlak kepada Rasulullah SAW, melalui kecintaan, shalawat, serta usaha meneladani akhlak Nabi.

    • Akhlak terhadap diri sendiri, seperti tawadhu’, amanah, dan pemaaf.

    • Akhlak kepada keluarga, termasuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dan menjaga silaturahmi.

  3. Nilai Ibadah
    Rochima menemukan dua bentuk ibadah dalam novel:

    • Ibadah mahdhah, seperti wudhu, shalat, dan haji, yang digambarkan sebagai kewajiban utama seorang Muslim.

    • Ibadah ghairu mahdhah, berupa menuntut ilmu, membaca Al-Qur’an, serta menolong sesama. Aktivitas ini tercermin jelas dalam kisah Hamka yang gemar membaca, menulis, dan berdakwah melalui pena.

Diskusi

Penelitian ini memperlihatkan bahwa karya sastra, khususnya novel sejarah, bukan sekadar hiburan. Di tangan Akmal Nasery Basral, kisah hidup Buya Hamka menjadi sarana dakwah dan pendidikan. Nilai-nilai yang dihadirkan sejalan dengan tujuan pendidikan Islam: membentuk insan kamil, muslim paripurna yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Novel ini juga menegaskan pentingnya integrasi pendidikan formal, nonformal, dan informal. Hamka digambarkan belajar tidak hanya dari sekolah formal, tetapi juga dari ayah, guru-guru di surau, ulama di Mekah, hingga pengalaman hidup sehari-hari. Semangatnya menuntut ilmu, kegemarannya membaca, dan konsistensinya menulis menjadi teladan nyata bagi generasi muda.

Kesimpulan

Rochayati Rochima menyimpulkan bahwa novel Setangkai Pena di Taman Pujangga mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang kaya: akidah, akhlak, dan ibadah. Pesan utama dari penelitian ini adalah pentingnya menjadikan sastra sebagai media pendidikan yang mampu membangun karakter.

Di tengah krisis moral masyarakat modern, karya-karya seperti ini bisa menjadi alternatif bacaan bermakna yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga menuntun pembaca pada nilai-nilai Islam. Penelitian ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan Islam tidak hanya bisa ditanamkan melalui ruang kelas, melainkan juga melalui media budaya seperti novel, yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dipahami generasi muda. (ed-AIS)

Sumber: repository UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance