Magelang, 23 September 2025 – Mutu pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan sarana prasarana, tetapi juga sangat bergantung pada peran guru. Sebagai ujung tombak pendidikan, guru dituntut untuk memiliki etos kerja yang tinggi serta kinerja profesional. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak guru taman kanak-kanak yang menghadapi kendala, mulai dari rendahnya motivasi hingga lemahnya budaya sekolah. Fenomena ini mendorong Aina Dili Hastuti, mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, untuk meneliti lebih jauh melalui tesisnya berjudul “Pengaruh Etos Kerja terhadap Kinerja Pendidik melalui Budaya Sekolah pada TK ABA di Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul”.
Tema Penelitian
Tema utama penelitian ini adalah hubungan antara etos kerja guru, budaya sekolah, dan kinerja pendidik. Aina menilai, dalam konteks pendidikan anak usia dini, budaya sekolah berperan sebagai variabel penting yang dapat memperkuat atau melemahkan pengaruh etos kerja terhadap kinerja guru.
Penelitian dilakukan pada guru-guru TK ABA di Kapanewon Imogiri, Bantul, yang memiliki peran strategis dalam membina anak usia dini. Dengan kondisi pandemi yang sempat menurunkan motivasi serta kinerja guru, kajian ini menjadi semakin relevan.
Tujuan Penelitian
Dalam tesisnya, Aina Dili Hastuti merumuskan enam tujuan penelitian, yaitu:
- Mengetahui kondisi etos kerja guru TK ABA di Kapanewon Imogiri.
- Mengukur kinerja guru TK ABA.
- Mengidentifikasi budaya sekolah di lingkungan TK ABA.
- Menganalisis pengaruh etos kerja terhadap kinerja guru.
- Mengkaji pengaruh budaya sekolah terhadap kinerja guru.
- Menilai peran budaya sekolah sebagai variabel mediasi antara etos kerja dan kinerja guru.
Tujuan ini dirancang agar hasil penelitian dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan di tingkat taman kanak-kanak.
Metodologi
Penelitian ini menggunakan pendekatan Ex Post Facto dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel penelitian adalah 35 guru TK ABA se-Kapanewon Imogiri, dengan metode total sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis jalur (path analysis) untuk melihat hubungan langsung maupun tidak langsung antara variabel.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian Aina Dili Hastuti menunjukkan beberapa temuan penting:
- Etos kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,038 < 0,05. Artinya, semakin tinggi etos kerja seorang guru, semakin baik pula kinerjanya.
- Budaya sekolah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dengan nilai signifikansi 0,013 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa budaya sekolah yang baik, seperti disiplin, kerja sama, dan lingkungan yang kondusif, mampu mendorong peningkatan kinerja.
- Etos kerja memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kinerja melalui budaya sekolah, dengan koefisien 0,413, lebih besar daripada pengaruh langsungnya sebesar 0,395. Ini berarti budaya sekolah menjadi faktor mediasi yang memperkuat hubungan antara etos kerja dan kinerja guru.
Dengan kata lain, etos kerja yang tinggi tidak akan maksimal tanpa budaya sekolah yang mendukung. Sebaliknya, budaya sekolah yang positif mampu memperbesar pengaruh etos kerja terhadap kinerja pendidik.
Kesimpulan dan Implikasi
Dalam simpulannya, Aina Dili Hastuti menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru tidak bisa hanya bergantung pada individu, tetapi juga harus ditopang oleh budaya sekolah yang sehat. Guru yang memiliki semangat kerja tinggi akan lebih produktif bila berada dalam lingkungan sekolah yang mendukung, kooperatif, dan disiplin.
Implikasi dari penelitian ini cukup luas. Bagi sekolah, hasil penelitian ini menjadi masukan penting untuk membangun budaya positif yang mendorong semangat kerja guru. Bagi pemerintah dan praktisi pendidikan, penelitian ini menekankan perlunya pembinaan berkelanjutan agar guru TK memiliki etos kerja yang kuat dan kinerja yang sesuai standar profesional.
Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian tentang manajemen pendidikan Islam, khususnya dalam hal pengaruh etos kerja dan budaya sekolah terhadap kinerja guru. Sementara secara praktis, hasil penelitian ini bisa menjadi dasar bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.
“Budaya sekolah yang baik adalah pondasi penting. Etos kerja guru akan lebih bermakna jika ditopang lingkungan yang mendukung, sehingga kinerja pendidik dapat maksimal dalam mendidik generasi masa depan,” ujar Aina dalam penutup penelitiannya. (ed: Adella)
sumber: repository UNIMMA

