Dadang Hernowo: Kepemimpinan dan Motivasi Dorong Kinerja Karyawan, Budaya Organisasi Belum Signifikan
23 September 2025

adel

Magelang, 23 September – Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk mengoptimalkan faktor paling vital dalam organisasi: sumber daya manusia. Produktivitas karyawan menjadi kunci bagi perusahaan agar mampu bersaing, termasuk bagi PT. Surya Mandiri Jaya Sakti, perusahaan manufaktur kayu bersertifikasi Indonesian Legal Wood yang mengekspor produk hingga ke luar negeri. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih tingginya tingkat ketidakhadiran karyawan, mencapai 34% pada Desember 2021 dan 37% pada Januari 2022, yang tentu berpengaruh pada pencapaian target perusahaan .

Fenomena tersebut mendorong Dadang Hernowo, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Magelang, untuk meneliti faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan. Ia menyusun skripsi berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi, dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan (Studi Empiris pada PT. Surya Mandiri Jaya Sakti)”.

Tema Penelitian

Penelitian ini mengangkat tema peran kepemimpinan, motivasi, dan budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dadang berangkat dari teori atribusi yang menekankan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi faktor internal maupun eksternal. Kepemimpinan dan budaya organisasi termasuk faktor eksternal, sedangkan motivasi muncul dari dorongan internal individu .

Tujuan Penelitian

Dalam kajiannya, Dadang Hernowo merumuskan empat tujuan utama:

  1. Menguji pengaruh simultan gaya kepemimpinan, motivasi, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan.
  2. Menguji pengaruh parsial gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.
  3. Menguji pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan.
  4. Menguji pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan .

Tujuan tersebut disusun untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai faktor mana yang paling berpengaruh dalam mendorong kinerja, serta sebagai masukan praktis bagi manajemen perusahaan.

Metodologi

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 100 karyawan PT. Surya Mandiri Jaya Sakti yang telah bekerja lebih dari satu tahun. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan bantuan perangkat lunak statistik SPSS, meliputi uji F (simultan), uji t (parsial), uji validitas, reliabilitas, serta koefisien determinasi .

Hasil Penelitian

Hasil penelitian Dadang Hernowo menunjukkan beberapa temuan penting:

  • Secara simultan, gaya kepemimpinan, motivasi, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Artinya, ketiga variabel bersama-sama mampu menjelaskan variasi kinerja sebesar 26,4%, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian .

  • Secara parsial, gaya kepemimpinan terbukti berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-hitung 4,176 > t-tabel 1,984. Pemimpin yang mampu memberikan arahan, teladan, dan motivasi diri berdampak langsung pada peningkatan kinerja bawahan.

  • Motivasi juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-hitung 2,188 > t-tabel 1,984. Dorongan internal karyawan, baik berupa kebutuhan fisiologis, sosial, penghargaan, hingga aktualisasi diri, terbukti meningkatkan produktivitas kerja.

  • Budaya organisasi, meski berpengaruh positif, tidak signifikan secara statistik karena nilai t-hitung 1,898 < t-tabel 1,984. Hal ini menunjukkan bahwa meski nilai-nilai budaya organisasi ada, namun belum cukup kuat untuk menjadi pendorong kinerja .

Kesimpulan

Dalam simpulannya, Dadang Hernowo menegaskan bahwa kepemimpinan dan motivasi adalah faktor paling dominan yang memengaruhi kinerja karyawan PT. Surya Mandiri Jaya Sakti, sedangkan budaya organisasi masih perlu diperkuat agar berpengaruh signifikan. Temuan ini sejalan dengan teori atribusi, bahwa perilaku kerja karyawan sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa arahan pemimpin, dan faktor internal berupa motivasi pribadi.

Penelitian ini memberi dua implikasi utama. Pertama, secara praktis, hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi manajemen PT. Surya Mandiri Jaya Sakti untuk memperkuat gaya kepemimpinan yang lebih komunikatif serta meningkatkan program motivasi karyawan. Kedua, secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur manajemen sumber daya manusia, khususnya terkait peran gaya kepemimpinan, motivasi, dan budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja.

“Pemimpin yang bijak dan mampu memotivasi karyawan akan melahirkan kinerja yang lebih baik. Namun, tanpa budaya organisasi yang kuat, peningkatan kinerja tidak akan optimal,” tegas Dadang Hernowo dalam penelitiannya . (ed: Adella)

sumber: repository UNIMMA