Magelang, Juni 2026 — Sebuah penelitian menarik yang dilakukan oleh Anang Sulistyo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, menyoroti hubungan antara religiusitas, motivasi belajar, dan prestasi akademik siswa. Penelitian ini mengambil lokasi di SMP Negeri 2 Sawangan dan menghadirkan temuan yang tidak hanya relevan, tetapi juga cukup mengejutkan dalam dunia pendidikan.
Dalam skripsinya yang berjudul “Hubungan Religiusitas dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Sawangan”, Anang berupaya menjawab pertanyaan mendasar: apakah tingkat religiusitas dan motivasi belajar siswa benar-benar berbanding lurus dengan prestasi akademik mereka, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 196 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket untuk mengukur religiusitas dan motivasi belajar, serta dokumentasi nilai Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) sebagai indikator prestasi belajar. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dan berganda untuk melihat pengaruh masing-masing variabel maupun secara simultan.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana religiusitas dan motivasi belajar memengaruhi prestasi belajar siswa. Secara teoritis, kedua variabel tersebut sering dianggap sebagai faktor internal yang mendukung keberhasilan akademik. Religiusitas diyakini mampu membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab, sementara motivasi belajar menjadi penggerak utama dalam proses pembelajaran.
Namun, hasil penelitian justru menunjukkan temuan yang tidak sepenuhnya sejalan dengan asumsi tersebut.
Pertama, religiusitas terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar, tetapi dengan hubungan yang lemah dan justru bernilai negatif. Nilai korelasi yang diperoleh sebesar 0,187 dengan signifikansi di bawah 0,05. Artinya, secara statistik ada hubungan, tetapi arah hubungan tersebut berlawanan: semakin tinggi religiusitas siswa, justru cenderung diikuti penurunan nilai akademik, meskipun dalam tingkat yang lemah.
Kedua, motivasi belajar juga menunjukkan hasil yang tak kalah menarik. Variabel ini memiliki pengaruh yang lebih kuat dibanding religiusitas, dengan nilai korelasi sebesar 0,550 dan tingkat signifikansi tinggi. Namun, seperti religiusitas, arah pengaruhnya juga negatif. Ini berarti peningkatan motivasi belajar dalam konteks penelitian ini tidak selalu berdampak pada peningkatan prestasi, bahkan sebaliknya.
Ketiga, ketika kedua variabel diuji secara bersama-sama, hasilnya tetap signifikan. Religiusitas dan motivasi belajar secara simultan memberikan kontribusi sebesar 31,2% terhadap prestasi belajar siswa. Sisanya, yakni 68,8%, dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian, seperti lingkungan, metode pengajaran, kondisi psikologis, atau faktor sosial.
Temuan paling mencolok dari penelitian ini adalah adanya anomali: peningkatan religiusitas dan motivasi belajar tidak selalu diikuti oleh peningkatan prestasi akademik. Hal ini menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para pendidik dan pengelola sekolah.
Penelitian ini membuka ruang refleksi bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh seberapa religius atau seberapa besar motivasi siswa, tetapi juga bagaimana kedua aspek tersebut diimplementasikan dalam konteks belajar yang tepat. Bisa jadi, siswa yang religius lebih fokus pada aspek spiritual dibanding akademik, atau motivasi yang dimiliki belum terarah secara efektif pada strategi belajar yang tepat.
Dengan demikian, Anang Sulistyo melalui penelitiannya tidak hanya memberikan data empiris, tetapi juga mengajak para pemangku kepentingan pendidikan untuk melihat lebih dalam hubungan kompleks antara aspek psikologis, spiritual, dan akademik siswa. Temuan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam merancang pendekatan pembelajaran yang lebih holistik—tidak hanya membangun semangat dan nilai, tetapi juga memastikan keduanya berdampak nyata pada prestasi belajar. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

