Kompetensi dan Inovasi Jadi Kunci Keberlanjutan UMKM Anyaman Plastik di Secang
15 June 2026

mimin

MAGELANG, Juni 2026 – Di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis, keberlanjutan usaha menjadi tantangan besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk sektor kerajinan tradisional. Tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan produksi yang diwariskan secara turun-temurun, pelaku UMKM dituntut memiliki kemampuan berwirausaha serta keberanian untuk terus menghadirkan inovasi.

Fenomena tersebut menjadi perhatian peneliti dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang, Ipong Siti Aisyah, melalui penelitian yang mengkaji bagaimana kompetensi kewirausahaan berperan dalam menjaga keberlangsungan UMKM anyaman plastik di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Penelitian ini berangkat dari kondisi nyata para pengrajin anyaman plastik yang selama ini menjadi salah satu sektor ekonomi masyarakat dan penyerap tenaga kerja lokal. Meski memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, perkembangan usaha anyaman plastik di wilayah tersebut masih mengalami berbagai kendala, terutama akibat fluktuasi produksi dan penjualan dalam beberapa tahun terakhir.

Perubahan permintaan pasar, terbatasnya pengembangan produk, serta pola usaha yang masih berjalan secara rutin tanpa pembaruan menjadi faktor yang dapat menghambat pertumbuhan usaha. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam membaca peluang, mengelola bisnis, dan menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Melalui penelitian kuantitatif yang melibatkan 150 pelaku UMKM anyaman plastik di Kecamatan Secang sebagai responden, Ipong menggunakan metode sensus untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi pelaku usaha. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan analisis jalur untuk melihat hubungan antara kompetensi kewirausahaan, inovasi, dan keberlanjutan usaha.

Dalam kajiannya, kompetensi kewirausahaan dibagi menjadi tiga aspek utama, yaitu kompetensi sosial, kompetensi personal, dan kompetensi profesional. Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan pelaku usaha dalam membangun komunikasi dan jaringan bisnis. Kompetensi personal mencakup karakter individu seperti kepercayaan diri, ketekunan, kemampuan mengambil keputusan, serta orientasi terhadap pencapaian. Sementara kompetensi profesional menyangkut kemampuan teknis dan manajerial dalam mengelola usaha.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga aspek kompetensi tersebut memiliki pengaruh positif terhadap munculnya inovasi dalam kegiatan usaha. Artinya, semakin baik kemampuan sosial, karakter personal, dan profesionalisme seorang pelaku UMKM, semakin besar pula peluang untuk menciptakan pembaruan dalam produk maupun strategi bisnis yang dijalankan.

Namun demikian, penelitian ini menemukan fakta menarik bahwa inovasi wirausaha tidak selalu menjadi jembatan bagi seluruh jenis kompetensi dalam menciptakan keberlanjutan usaha. Inovasi terbukti tidak mampu memediasi pengaruh kompetensi sosial dan kompetensi personal terhadap keberlangsungan UMKM.

Sebaliknya, kompetensi profesional memiliki hubungan yang lebih kuat dengan keberlanjutan usaha melalui inovasi. Dengan kata lain, kemampuan teknis dalam mengelola produksi, memahami pasar, mengatur keuangan, serta menjalankan strategi bisnis menjadi faktor penting yang dapat mendorong terciptanya inovasi dan menjaga usaha tetap bertahan.

Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa inovasi wirausaha secara langsung memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan UMKM. Pelaku usaha yang mampu menciptakan variasi produk baru, meningkatkan kualitas, serta menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pasar memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya dalam jangka panjang.

Temuan ini memberikan pesan penting bagi pengembangan sektor UMKM, khususnya usaha kerajinan berbasis masyarakat. Upaya peningkatan keterampilan wirausaha tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan produksi, tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan kompetensi profesional dan kemampuan menciptakan inovasi.

Bagi pemerintah daerah, lembaga pendamping UMKM, maupun institusi pendidikan, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam menyusun program pelatihan yang lebih tepat sasaran, mulai dari penguatan manajemen usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan produk kreatif.

Melalui peningkatan kompetensi dan budaya inovasi, UMKM anyaman plastik di Kecamatan Secang diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga berkembang menjadi industri kerajinan lokal yang memiliki daya saing lebih tinggi di pasar yang semakin kompetitif. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance