Magelang, Juni 2026 — Upaya digitalisasi di dunia pendidikan kembali mendapat dorongan melalui penelitian yang dilakukan oleh Yusuf Fauzan, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang. Dalam skripsinya, Yusuf mengangkat tema “Implementasi Iconix Process Model dalam Pendaftaran Siswa Baru di SMKIT Ihsanul Fikri Mungkid”, sebuah riset rancang bangun yang berfokus pada pengembangan sistem informasi berbasis web untuk meningkatkan kualitas proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Penelitian ini berangkat dari persoalan klasik yang masih dihadapi banyak institusi pendidikan, yakni proses pendaftaran siswa baru yang dilakukan secara konvensional. Di SMKIT Ihsanul Fikri Mungkid, proses tersebut masih mengandalkan pencatatan manual dan pengolahan data menggunakan spreadsheet, yang rentan terhadap kesalahan input, keterlambatan seleksi, hingga minimnya transparansi hasil.
Melihat kondisi tersebut, Yusuf Fauzan merancang sebuah sistem informasi PPDB berbasis web yang tidak hanya mengakomodasi proses pendaftaran secara online, tetapi juga mengintegrasikan mekanisme seleksi yang lebih terukur dan objektif. Penelitian ini mengusung dua pendekatan utama, yakni metode ICONIX Process sebagai kerangka pengembangan sistem, serta Weighted Sum Model (WSM) sebagai metode pengambilan keputusan dalam menentukan kelulusan calon siswa.
ICONIX Process dipilih karena mampu menghadirkan alur pengembangan perangkat lunak yang terstruktur, mulai dari tahap analisis kebutuhan, perancangan berbasis UML, hingga implementasi sistem. Sementara itu, metode WSM digunakan untuk menghitung skor akhir calon siswa berdasarkan sejumlah indikator seleksi yang telah ditetapkan sekolah, yaitu Tes Potensi Akademik (TPA), psikotes, prestasi akademik maupun non-akademik, serta kemampuan tahfidz Al-Qur’an.
Dalam implementasinya, sistem ini dirancang untuk mengelola seluruh tahapan PPDB secara terintegrasi. Calon siswa dapat melakukan pendaftaran secara daring, mengunggah dokumen, serta memantau status seleksi melalui akun masing-masing. Di sisi lain, pihak admin sekolah dapat melakukan verifikasi data, memasukkan nilai hasil tes, hingga mengumumkan hasil seleksi secara otomatis melalui sistem.
Keunggulan utama dari sistem yang dikembangkan terletak pada kemampuannya dalam mengolah data seleksi secara objektif. Melalui perhitungan WSM, setiap indikator diberikan bobot tertentu—TPA sebesar 35 persen, psikotes 15 persen, prestasi 30 persen, dan tahfidz 20 persen—yang kemudian diakumulasikan menjadi skor akhir calon siswa. Pendekatan ini dinilai mampu meminimalkan subjektivitas dalam proses seleksi sekaligus meningkatkan akurasi pengambilan keputusan.
Dari sisi pengujian, penelitian ini menggunakan dua metode utama, yakni Black Box Testing untuk menguji fungsi sistem, serta User Acceptance Testing (UAT) guna mengukur tingkat penerimaan pengguna. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan yang dirancang. Sementara itu, tingkat penerimaan pengguna mencapai angka 75 persen, yang masuk dalam kategori baik.
Temuan ini menegaskan bahwa sistem informasi yang dikembangkan tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga diterima oleh pengguna sebagai solusi yang membantu proses administrasi sekolah. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi, mempercepat proses seleksi, serta menghadirkan transparansi dalam penentuan hasil penerimaan siswa baru.
Secara keseluruhan, penelitian Yusuf Fauzan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sistem informasi pendidikan, khususnya pada aspek digitalisasi PPDB. Dengan pendekatan berbasis web dan metode seleksi yang terukur, sistem ini berpotensi menjadi model implementasi bagi sekolah lain yang ingin bertransformasi menuju layanan pendidikan yang lebih modern, efisien, dan akuntabel.(ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

