Deep Learning dalam Pembelajaran Akidah Akhlak, Penelitian Ungkap Cara Belajar yang Lebih Bermakna di MIM Teladan Magelang
23 June 2026

mimin

Magelang, Juni 2026 — Perubahan dunia pendidikan yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi dan transformasi digital menuntut lahirnya pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif, termasuk dalam pendidikan agama Islam. Di tengah tantangan tersebut, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, Nadya Laa Tansa Laila, melakukan penelitian mengenai implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MIM Teladan Kota Magelang.

Penelitian yang dituangkan dalam skripsi berjudul “Implementasi Pendekatan Deep Learning pada Pembelajaran Akidah Akhlak di MIM Teladan Kota Magelang” ini menyoroti bagaimana pembelajaran agama tidak lagi sekadar berorientasi pada hafalan materi, tetapi diarahkan pada pemahaman mendalam, reflektif, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dalam penelitiannya, Nadya menjelaskan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak selama ini masih kerap dianggap monoton dan kurang mampu membangun keterlibatan emosional siswa. Padahal, mata pelajaran tersebut memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan perilaku peserta didik di kehidupan sehari-hari.

Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di kelas VI A MIM Teladan Kota Magelang, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya.

Pendekatan deep learning dalam konteks pendidikan berbeda dengan istilah deep learning pada kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Dalam dunia pendidikan, pendekatan ini lebih menekankan pada proses belajar yang mendalam melalui pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Peserta didik tidak hanya dituntut memahami materi secara tekstual, tetapi juga mampu menghubungkan materi dengan kehidupan nyata, berpikir kritis, serta membangun kesadaran diri dalam proses belajar.

Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru Akidah Akhlak, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta peserta didik kelas VI A. Sementara pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan deep learning di MIM Teladan Kota Magelang telah berjalan cukup baik melalui tiga tahapan utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran.

Pada tahap perencanaan, guru menyusun tujuan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pembentukan karakter siswa. Guru juga menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik.

Sementara pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilakukan secara aktif dan kontekstual. Guru membangun suasana belajar yang lebih menyenangkan melalui diskusi, eksplorasi materi, kerja kelompok, hingga refleksi pembelajaran. Peserta didik diajak menghubungkan materi Akidah Akhlak dengan pengalaman sehari-hari sehingga pembelajaran terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.

Tidak hanya itu, siswa juga diberikan ruang untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan memecahkan persoalan bersama. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan partisipasi aktif peserta didik selama proses belajar berlangsung.

Dalam aspek asesmen, guru tidak hanya menilai hasil akhir pembelajaran, tetapi juga memperhatikan proses belajar siswa. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan melalui pengamatan aktivitas siswa, refleksi, hingga evaluasi tugas dan kerja sama kelompok.

Penelitian ini menemukan bahwa penerapan deep learning mampu memberikan dampak positif terhadap pembelajaran Akidah Akhlak. Peserta didik menjadi lebih aktif, lebih mudah memahami materi, serta menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pendekatan ini juga dinilai mampu menumbuhkan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Siswa tidak lagi hanya mendengar penjelasan guru secara satu arah, melainkan terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Meski demikian, penelitian tersebut juga mengungkap adanya sejumlah kendala dalam penerapan deep learning. Beberapa hambatan yang ditemukan antara lain keterbatasan waktu pembelajaran serta sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya mendukung kegiatan pembelajaran aktif dan kolaboratif.

Di sisi lain, terdapat pula faktor pendukung yang cukup kuat, seperti kompetensi guru, tersedianya sumber belajar, serta dukungan lingkungan sekolah yang kondusif terhadap inovasi pembelajaran.

Melalui penelitian ini, Nadya berharap pendekatan deep learning dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran pendidikan agama Islam yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Pembelajaran Akidah Akhlak tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.

Penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran di madrasah mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, humanis, dan dekat dengan kebutuhan generasi saat ini. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance