Riset Ungkap Strategi Manajemen Pembelajaran ISMUBA di Sekolah Muhammadiyah: Dari Ruang Kelas hingga Pembentukan Kader Berkemajuan
23 June 2026

mimin

Magelang, Juni 2026 — Mata pelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) menjadi identitas utama yang membedakan sekolah Muhammadiyah dengan lembaga pendidikan lainnya. Tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu agama, ISMUBA juga menjadi instrumen penting dalam membangun karakter, spiritualitas, dan wawasan keislaman peserta didik agar mampu menghadapi tantangan zaman.

Berangkat dari pentingnya peran tersebut, peneliti Baihaqi, mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, melakukan penelitian mendalam melalui tesis berjudul “Manajemen Pembelajaran ISMUBA di MBS SMA Muhammadiyah 1 Weleri dan SMK Muhammadiyah 3 Weleri Kendal.”

Penelitian ini berfokus pada bagaimana proses manajemen pembelajaran ISMUBA diterapkan pada dua lembaga pendidikan Muhammadiyah tingkat menengah tersebut. Kajian ini mencakup perencanaan pembelajaran, pengorganisasian, pelaksanaan kegiatan belajar, hingga evaluasi serta berbagai tantangan yang muncul dalam penerapannya.

Menurut Baihaqi, pengelolaan pembelajaran yang baik menjadi kunci keberhasilan pendidikan ISMUBA. Hal ini karena guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam membentuk pengalaman belajar yang mampu menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan rancangan studi multisitus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan kepala sekolah, wakil kurikulum ISMUBA, serta guru pengampu ISMUBA, dilengkapi dengan studi dokumentasi untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai praktik pembelajaran di kedua sekolah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran ISMUBA di MBS SMA Muhammadiyah 1 Weleri dan SMK Muhammadiyah 3 Weleri Kendal telah berjalan dengan baik. Kedua sekolah telah menerapkan tahapan manajemen pembelajaran secara sistematis, mulai dari penyusunan perencanaan, pengaturan pelaksanaan pembelajaran, kegiatan evaluasi, hingga refleksi untuk melakukan perbaikan pada proses pembelajaran berikutnya.

Dalam tahap perencanaan, guru telah menyusun berbagai perangkat pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Perencanaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi, metode, serta bentuk evaluasi yang akan digunakan agar proses pembelajaran mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, implementasi pembelajaran ISMUBA tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Di lingkungan sekolah, pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, penilaian formatif dan sumatif, serta berbagai kegiatan praktik dan pembiasaan keagamaan di luar kelas. Kegiatan seperti pembinaan ibadah, pembiasaan membaca Al-Qur’an, kultum, dan aktivitas keagamaan lainnya menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara aspek pengetahuan dan pengamalan.

Lebih dari itu, pelaksanaan ISMUBA juga diperluas ke lingkungan masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam menerapkan nilai-nilai Islam sekaligus menyiapkan generasi kader Muhammadiyah yang memiliki kemampuan intelektual, sosial, dan spiritual. Keterlibatan siswa dalam kegiatan masyarakat juga menjadi sarana pengenalan dan penguatan citra positif sekolah di tengah masyarakat.

Meski demikian, penelitian Baihaqi menemukan sejumlah tantangan yang masih perlu mendapatkan perhatian. Di MBS SMA Muhammadiyah 1 Weleri, masih ditemukan beberapa guru yang belum menyusun modul ajar secara optimal serta adanya sebagian siswa yang kurang memiliki ketertarikan terhadap mata pelajaran tertentu. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas dan efektivitas proses pembelajaran.

Adapun di SMK Muhammadiyah 3 Weleri Kendal, tantangan yang muncul antara lain masih adanya pola pembelajaran yang cenderung tekstual dan kurang variatif. Selain itu, pelaksanaan program remedial dan pengayaan bagi siswa belum berjalan secara maksimal sehingga perlu adanya peningkatan pengawasan dan pengembangan kompetensi guru.

Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran ISMUBA tidak hanya bergantung pada kelengkapan kurikulum, tetapi sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran secara kreatif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Perencanaan yang matang, pelaksanaan yang kontekstual, serta evaluasi yang berkelanjutan menjadi faktor utama dalam menghasilkan pembelajaran ISMUBA yang efektif.

Melalui penelitian ini, Baihaqi memberikan gambaran bahwa sekolah Muhammadiyah memiliki potensi besar dalam menghadirkan model pendidikan Islam yang tidak sekadar menekankan penguasaan teori, tetapi juga membentuk karakter dan budaya religius siswa. Dengan perbaikan berkelanjutan terhadap kualitas manajemen pembelajaran, ISMUBA diharapkan mampu terus melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan siap menjadi kader Muhammadiyah yang unggul serta berkemajuan. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance