Magelang, Juni 2026 — Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar masih menjadi tantangan di berbagai lembaga pendidikan dasar. Berangkat dari kondisi tersebut, Basuki, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, melakukan penelitian yang membandingkan dua metode pembelajaran Al-Qur’an yang diterapkan di SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan, Kabupaten Magelang, yakni metode Iqro’ dan metode Kalam.
Penelitian yang berjudul “Studi Komparatif Metode Iqro’ dan Metode Kalam dalam Meningkatkan Kelancaran Membaca Al-Qur’an di SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan” ini bertujuan menganalisis pelaksanaan kedua metode sekaligus mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta peserta didik yang mengikuti program pembelajaran Al-Qur’an di sekolah tersebut.
Dalam kajiannya, Basuki menjelaskan bahwa metode Iqro’ merupakan salah satu metode yang paling populer di Indonesia. Metode ini menekankan pembelajaran secara bertahap melalui enam jilid buku dan mengedepankan keaktifan siswa dalam membaca. Sementara itu, metode Kalam merupakan metode yang dikembangkan oleh tim guru SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan sebagai inovasi untuk mempercepat kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat pemahaman tajwid dan makharijul huruf.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan metode Iqro’ di sekolah tersebut lebih banyak menggunakan model pembelajaran individual atau privat. Dalam praktiknya, siswa maju satu per satu untuk membaca di hadapan guru yang kemudian memberikan koreksi terhadap kesalahan bacaan. Metode ini juga menerapkan pendekatan CBSA (Cara Belajar Santri Aktif) dan komunikasi yang lebih santai antara guru dan siswa. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, seperti belum diterapkannya sistem asistensi, suasana belajar yang kurang kondusif saat sesi privat, serta variasi program pembelajaran yang dinilai masih terbatas.
Di sisi lain, metode Kalam menerapkan strategi pembelajaran yang lebih beragam. Metode ini mengombinasikan tiga pendekatan utama, yaitu musyafahah, ‘ardul qira’ah, dan pengulangan. Pada tahap musyafahah, guru memberikan contoh bacaan yang benar untuk ditirukan siswa secara bersama-sama. Selanjutnya, melalui ‘ardul qira’ah, siswa membaca secara individual di hadapan guru untuk mendapatkan koreksi langsung. Sementara itu, metode pengulangan diterapkan secara konsisten agar siswa semakin fasih dalam melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an.
Menurut temuan penelitian, keunggulan metode Kalam terletak pada penerapan seluruh komponen pembelajaran yang berjalan secara terpadu. Selain itu, metode ini juga memberi perhatian khusus pada penguatan makharijul huruf dan tajwid melalui program musyafahah yang tidak hanya diikuti siswa yang masih belajar menggunakan buku Kalam, tetapi juga siswa yang sudah membaca Al-Qur’an.
Dari sisi hasil belajar, kedua metode sama-sama menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Namun, metode Kalam mencatat capaian yang lebih tinggi. Penelitian menemukan bahwa siswa yang belajar menggunakan metode Iqro’ memperoleh skor rata-rata peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an sebesar 80 persen, dengan rincian kelancaran membaca 90 persen, makharijul huruf 70 persen, dan tajwid 80 persen. Sementara itu, siswa yang mengikuti metode Kalam mencapai skor rata-rata 85 persen, terdiri atas kelancaran membaca 80 persen, makharijul huruf 90 persen, dan tajwid 85 persen.
Berdasarkan hasil tersebut, Basuki menyimpulkan bahwa metode Kalam memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan metode Iqro’ dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an siswa di SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan. Keunggulan tersebut didukung oleh strategi pembelajaran yang lebih variatif, penerapan metode yang lebih lengkap, serta capaian kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih baik, terutama pada aspek makharijul huruf dan tajwid.
Temuan ini menjadi masukan penting bagi lembaga pendidikan Islam yang terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an. Inovasi metode pembelajaran yang adaptif dan terstruktur terbukti mampu membantu siswa tidak hanya membaca Al-Qur’an dengan lancar, tetapi juga memahami kaidah bacaan secara lebih tepat sejak usia sekolah dasar. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

