Manajemen Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi Dinilai Efektif Perkuat Karakter Religius Siswa di Sekolah Unggulan Magelang
23 June 2026

mimin

Magelang, Juni 2026 – Di tengah meningkatnya tantangan pembentukan karakter remaja pada era digital, pembelajaran Al-Qur’an tidak lagi dipandang sekadar sebagai kegiatan membaca dan menghafal. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Vina Vidiana, mahasiswa Program Magister Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Magelang, menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran Al-Qur’an yang terstruktur melalui Metode Ummi mampu menjadi instrumen efektif dalam memperkuat karakter religius siswa di sekolah menengah pertama unggulan di Kota Magelang.

Penelitian bertajuk “Analisis Manajemen Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi dalam Penguatan Karakter Religius Siswa di SMP Negeri dan Swasta Unggulan Kota Magelang” ini dilakukan di SMP Negeri 2 Magelang dan SMP IT Ihsanul Fikri Kota Magelang. Kedua sekolah dipilih karena sama-sama dikenal sebagai sekolah unggulan yang memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman.

Dalam penelitiannya, Vina berupaya mengkaji bagaimana manajemen pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi diterapkan, bagaimana sistem mutunya dijalankan, faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya, serta nilai-nilai karakter religius yang berhasil ditanamkan kepada siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah telah menerapkan manajemen pembelajaran Al-Qur’an secara sistematis melalui empat fungsi utama manajemen, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Tahapan tersebut dijalankan secara terintegrasi sehingga proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga diarahkan untuk membentuk perilaku religius peserta didik.

Salah satu temuan penting penelitian ini adalah keberhasilan kedua sekolah dalam mengimplementasikan 10 Pilar Sistem Mutu Ummi, yang menjadi standar kualitas pembelajaran Al-Qur’an. Pilar tersebut meliputi dukungan manajemen sekolah, sertifikasi guru, kecukupan waktu belajar, rasio guru dan siswa yang proporsional, keberadaan koordinator yang kompeten, target pembelajaran yang jelas dan terukur, tahapan pembelajaran yang tepat, penerapan mastery learning, pengendalian mutu internal dan eksternal, serta pelaporan perkembangan belajar siswa secara berkala.

Penelitian juga menemukan adanya perbedaan karakteristik antara sekolah negeri dan sekolah swasta dalam menjalankan program tersebut. Di SMP Negeri 2 Magelang, faktor pendukung utama berasal dari komitmen manajemen sekolah yang berupaya mempertahankan identitas sekolah religius. Namun, sekolah menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu karena harus menyesuaikan pembelajaran Al-Qur’an dengan berbagai kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Sementara itu, SMP IT Ihsanul Fikri Kota Magelang memperoleh keuntungan dari kurikulum yang terintegrasi dengan pembelajaran Al-Qur’an dan pembinaan karakter. Dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan membuat alokasi waktu pembelajaran menjadi lebih optimal. Kendati demikian, sekolah masih menghadapi kendala dalam memotivasi sebagian siswa kategori slow learner agar dapat mengikuti pembelajaran secara maksimal.

Lebih jauh, penelitian ini mengungkap bahwa pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menanamkan berbagai nilai karakter religius. Nilai-nilai tersebut meliputi tauhid, disiplin, kesabaran, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, kejujuran, dan sikap saling menghormati. Karakter-karakter tersebut dibangun melalui pembiasaan, keteladanan guru, serta proses pembelajaran yang berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

Menurut Vina, penguatan karakter religius melalui pembelajaran Al-Qur’an menjadi sangat penting di tengah berbagai persoalan remaja yang semakin kompleks. Karakter religius yang tertanam kuat diyakini dapat menjadi benteng moral bagi siswa dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, sekaligus membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya ditentukan oleh materi yang diajarkan, tetapi juga oleh kualitas manajemen pembelajaran yang diterapkan. Melalui penerapan Metode Ummi yang berbasis mutu, sekolah mampu mengintegrasikan pembelajaran Al-Qur’an dengan pembentukan karakter secara lebih terarah dan terukur.

Di tengah tuntutan pendidikan abad ke-21 yang semakin kompleks, hasil penelitian ini menjadi bukti bahwa penguatan karakter religius melalui pembelajaran Al-Qur’an yang dikelola secara profesional dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

 

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance