Manajemen Perpustakaan Berbasis Akreditasi Jadi Kunci Penguatan Mutu Pendidikan Islam di UIN Jakarta
23 June 2026

mimin

Magelang, Juni 2026 – Di tengah tuntutan globalisasi pendidikan tinggi, perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai ruang penyimpanan buku. Perpustakaan kini menjadi pusat pengetahuan yang menentukan kualitas pembelajaran, penelitian, dan reputasi akademik sebuah perguruan tinggi. Perspektif inilah yang diangkat dalam penelitian tesis karya A’mas Mawardi, mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Magelang, yang mengkaji “Analisis Manajemen Perpustakaan Berbasis Akreditasi untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam Bereputasi Global di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.”

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa banyak perpustakaan perguruan tinggi Islam masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengelolaan yang belum optimal, keterbatasan koleksi yang mutakhir, hingga layanan digital yang belum sepenuhnya berkembang. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kualitas pendidikan dan daya saing perguruan tinggi Islam di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus, A’mas Mawardi berupaya menganalisis bagaimana penerapan manajemen perpustakaan berbasis akreditasi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta sejauh mana pengelolaan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan Islam. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik manajemen perpustakaan di kampus tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen modern yang mengacu pada fungsi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) sesuai standar akreditasi nasional. Implementasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, seperti digitalisasi koleksi, peningkatan kompetensi pustakawan, pengembangan layanan literasi informasi, serta pelaksanaan evaluasi secara berkelanjutan.

Transformasi layanan digital menjadi salah satu aspek yang menonjol dalam penelitian ini. Kehadiran repository institusi, perpustakaan digital, layanan konsultasi riset, layanan permintaan literatur, hingga layanan informasi berbasis aplikasi pesan instan memperlihatkan upaya perpustakaan dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan sivitas akademika yang semakin dinamis. Inovasi tersebut dinilai mampu memperluas akses terhadap sumber-sumber ilmu pengetahuan, baik yang bersifat keislaman maupun umum, sehingga mendukung proses pembelajaran dan penelitian secara lebih efektif.

Penelitian ini juga menemukan bahwa mayoritas pengguna perpustakaan merasa puas terhadap kualitas layanan yang diberikan. Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian pengelola. Beberapa responden menyoroti perlunya penambahan koleksi literatur terbaru, peningkatan fasilitas penunjang, serta penyesuaian jam layanan agar lebih fleksibel dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna dari berbagai kalangan.

Menurut A’mas Mawardi, keberhasilan penerapan manajemen perpustakaan berbasis akreditasi tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas layanan internal perpustakaan. Lebih dari itu, sistem pengelolaan yang terstandar mampu memperkuat reputasi akademik universitas secara keseluruhan. Perpustakaan yang memenuhi standar mutu nasional akan memberikan dukungan yang lebih kuat terhadap kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan reputasi perguruan tinggi di tingkat global.

Temuan ini semakin menegaskan bahwa perpustakaan merupakan salah satu elemen strategis dalam ekosistem pendidikan tinggi Islam. Keberadaan koleksi yang relevan, pustakawan yang kompeten, layanan berbasis teknologi, serta tata kelola yang memenuhi standar akreditasi menjadi fondasi penting dalam membangun budaya akademik yang unggul.

Sebagai rekomendasi, penelitian ini mendorong perguruan tinggi Islam untuk terus memperkuat pengelolaan perpustakaan melalui pengembangan koleksi literatur kontemporer, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, modernisasi layanan digital, dan perluasan kolaborasi internasional. Langkah-langkah tersebut dinilai penting agar perpustakaan tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga motor penggerak peningkatan mutu pendidikan Islam yang mampu bersaing di tingkat global.

Melalui penelitian ini, A’mas Mawardi menunjukkan bahwa akreditasi bukan sekadar instrumen penilaian administratif. Akreditasi dapat menjadi kerangka kerja strategis yang mendorong perpustakaan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan berkontribusi nyata dalam menciptakan pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan bereputasi global. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance