Magelang, Juni 2026 – Inovasi pembelajaran berbasis alam kembali menunjukkan manfaatnya bagi pendidikan anak usia dini. Penelitian yang dilakukan oleh Rohayati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Magelang, membuktikan bahwa kegiatan eco print dengan teknik pounding mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di KB Bina Mulya Konservasi Kaliangkrik.
Penelitian yang diangkat dalam skripsinya berjudul “Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Eco Print dengan Teknik Pounding untuk Anak Usia 5–6 Tahun di KB Bina Mulya Konservasi Kaliangkrik”. Kajian ini berangkat dari kondisi pembelajaran yang masih didominasi penggunaan lembar kerja sehingga anak cenderung cepat bosan dan kurang mendapatkan stimulasi yang optimal untuk mengembangkan keterampilan motorik halus.
Motorik halus merupakan kemampuan yang melibatkan koordinasi otot-otot kecil, terutama pada jari dan tangan, yang sangat penting untuk mendukung aktivitas seperti menulis, menggambar, menggunting, menempel, hingga berbagai keterampilan akademik lainnya. Berdasarkan hasil observasi awal di KB Bina Mulya Konservasi Kaliangkrik, masih ditemukan sejumlah anak yang mengalami kesulitan dalam mengontrol gerakan tangan, menjaga koordinasi mata dan tangan, serta mempertahankan konsentrasi saat melakukan kegiatan pembelajaran.
Melihat kondisi tersebut, Rohayati menawarkan pendekatan pembelajaran yang lebih menarik melalui kegiatan eco print. Teknik ini memanfaatkan daun dan bunga sebagai bahan alami yang disusun di atas kain, kemudian dipukul menggunakan palu atau alat sederhana hingga menghasilkan motif dan warna alami. Selain memperkenalkan anak pada lingkungan sekitar, kegiatan ini juga melatih koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari, ketelitian, serta kreativitas anak.
Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian terdiri atas 10 anak kelompok B usia 5–6 tahun, dengan komposisi lima anak laki-laki dan lima anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.
Dalam penelitian ini, peningkatan motorik halus diukur melalui tiga indikator utama, yaitu kemampuan menggunting sesuai pola, menempel gambar dengan tepat, serta melakukan eksplorasi menggunakan berbagai media dan kegiatan. Ketiga indikator tersebut dipilih karena mewakili keterampilan dasar yang perlu dikuasai anak usia 5–6 tahun sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Hasil penelitian menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Pada tahap pra-siklus, capaian kemampuan motorik halus anak baru mencapai 40,28 persen. Setelah penerapan kegiatan eco print dengan teknik pounding pada siklus pertama, angka tersebut meningkat menjadi 49,72 persen. Perkembangan terus berlanjut pada siklus kedua dengan capaian 62,22 persen, dan mencapai 79,16 persen pada siklus ketiga. Dengan demikian, target keberhasilan penelitian yang ditetapkan minimal 75 persen berhasil terlampaui.
Menurut Rohayati, keberhasilan ini tidak terlepas dari karakteristik kegiatan eco print yang memberi kesempatan kepada anak untuk terlibat secara aktif. Anak tidak hanya menerima instruksi dari guru, tetapi juga melakukan eksplorasi secara langsung mulai dari memilih daun, menyusun pola, hingga melakukan proses pemukulan untuk menghasilkan motif pada kain. Aktivitas tersebut membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus memberikan stimulasi yang kuat terhadap perkembangan motorik halus.
Lebih dari sekadar meningkatkan keterampilan fisik, kegiatan eco print juga memberikan nilai tambah berupa pengenalan lingkungan dan pembentukan karakter. Anak diajak mengenal berbagai jenis tanaman sebagai ciptaan Tuhan, sehingga pembelajaran tidak hanya menyentuh aspek motorik, tetapi juga mengintegrasikan nilai agama, moral, dan kepedulian terhadap alam sekitar.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berbasis pengalaman langsung mampu memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan anak usia dini. Melalui kegiatan eco print dengan teknik pounding, anak tidak hanya belajar berkarya, tetapi juga mengembangkan keterampilan motorik halus yang menjadi fondasi penting bagi kesiapan belajar di masa depan.
Penelitian Rohayati menjadi bukti bahwa pemanfaatan bahan-bahan alami yang sederhana di lingkungan sekitar dapat diubah menjadi media pembelajaran inovatif yang efektif. Hasil ini sekaligus membuka peluang bagi lembaga PAUD untuk mengadopsi kegiatan serupa sebagai alternatif pembelajaran yang lebih menarik, bermakna, dan ramah lingkungan.
SEO Keywords: motorik halus anak usia dini, eco print teknik pounding, penelitian PAUD, KB Bina Mulya Konservasi Kaliangkrik, pembelajaran kreatif PAUD, inovasi pendidikan anak usia dini, penelitian Rohayati Unimma, stimulasi motorik halus anak. (ed. Sulistya)
Sumber: repositori UNIMMA

