Audit Pasca Pandemi Berubah Total: Riset Ungkap Lahirnya Era Audit Hybrid di Indonesia
23 June 2026

mimin

Pandemi Covid-19 tidak hanya mengubah cara perusahaan beroperasi, tetapi juga merevolusi praktik audit yang selama puluhan tahun identik dengan pemeriksaan lapangan dan tatap muka. Temuan inilah yang diangkat oleh Ghifary Yusuf Adrian, peneliti dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang, dalam skripsinya berjudul “Pelaksanaan Audit pada Masa Saat dan Setelah Pandemi Covid-19”.

Penelitian tersebut mengkaji bagaimana auditor beradaptasi menghadapi pandemi dan bagaimana perubahan itu membentuk pola audit baru di era pascapandemi. Studi dilakukan pada dua Kantor Akuntan Publik (KAP), yakni KAP Doli Bambang Sulistiyanto Dadang & Ali Cabang Bekasi Harapan Indah serta KAP Made Sudarma, Thomas & Dewi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan auditor dan supervisor yang terlibat langsung dalam proses audit.

Ghifary menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari perubahan drastis yang terjadi ketika pandemi membatasi mobilitas auditor. Aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara langsung harus beralih ke sistem jarak jauh. Kondisi tersebut memunculkan berbagai tantangan, mulai dari kesulitan memperoleh bukti audit fisik, keterbatasan komunikasi dengan klien, hingga penyesuaian terhadap prosedur audit baru.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi memberikan dampak signifikan terhadap pelaksanaan audit. Pada masa pembatasan sosial, auditor tidak leluasa melakukan pemeriksaan lapangan maupun observasi fisik. Sebagai gantinya, berbagai teknologi digital mulai dimanfaatkan secara masif, seperti Zoom, Google Drive, platform berbasis cloud, hingga sistem dokumentasi elektronik. Transformasi ini memungkinkan proses audit tetap berjalan meskipun auditor dan klien berada di lokasi yang berbeda.

Di KAP Made Sudarma, Thomas & Dewi, misalnya, audit lapangan dan kegiatan cash opname sempat tidak dapat dilakukan secara normal. Auditor mengandalkan pertemuan virtual dan pengiriman dokumen digital untuk mendukung proses pemeriksaan. Namun metode tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus karena masih sering terjadi kendala komunikasi dan keterbatasan dalam memverifikasi bukti secara langsung.

Sementara itu, di KAP Doli Bambang Sulistiyanto Dadang & Ali Cabang Bekasi Harapan Indah, pandemi memengaruhi hampir seluruh aspek pelaksanaan audit. Auditor harus menyesuaikan metode kerja, mengubah pola komunikasi dengan klien, serta mengembangkan prosedur alternatif untuk memperoleh bukti audit yang memadai. Meski demikian, kondisi tersebut justru mendorong percepatan transformasi digital dalam lingkungan kantor akuntan publik.

Salah satu temuan penting penelitian ini adalah munculnya praktik audit hybrid sebagai model baru yang dianggap paling efektif. Setelah pandemi mereda, kedua KAP kembali melaksanakan audit lapangan. Namun teknologi yang diadopsi selama masa pandemi tidak ditinggalkan. Pertemuan virtual, pertukaran dokumen digital, penyimpanan berbasis cloud, serta penggunaan analitik data tetap dipertahankan karena terbukti meningkatkan efisiensi kerja auditor.

Menurut Ghifary, era pascapandemi menunjukkan bahwa teknologi bukan lagi sekadar solusi darurat, melainkan telah menjadi bagian integral dari proses audit modern. Auditor kini dituntut memiliki kemampuan digital yang lebih kuat, termasuk dalam pengelolaan data, dokumentasi elektronik, dan komunikasi daring dengan klien. Karena itu, pelatihan teknologi bagi auditor menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan audit pascapandemi sangat ditentukan oleh penguatan dokumentasi digital dan komunikasi yang lebih intensif antara auditor dan klien. Strategi tersebut dinilai mampu mengurangi hambatan administratif sekaligus menjaga kualitas hasil audit di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis.

Pada akhirnya, Ghifary menyimpulkan bahwa pandemi Covid-19 telah menjadi katalisator perubahan besar dalam profesi audit. Jika sebelumnya audit bergantung pada interaksi fisik, kini praktik audit berkembang menjadi lebih fleksibel dengan mengombinasikan pendekatan konvensional dan digital. Model audit hybrid yang lahir dari masa krisis justru dipandang sebagai arah masa depan profesi auditor karena mampu menjaga kualitas pemeriksaan sekaligus meningkatkan efisiensi kerja.

Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu akuntansi dan praktik audit di Indonesia, sekaligus menjadi referensi bagi kantor akuntan publik dalam menyusun strategi yang lebih adaptif menghadapi tantangan di era digital pascapandemi. (ed. Sulistya)

Sumber: repositori UNIMMA

Bebas Pustaka 87

Bagi Calon Wisudawan 87 Tahun 2026

Silahkan unggah form sesuai prodi dikarenakan Sistem Repository dalam Maintenance